Kolaborasi Pemkab Cirebon dan IPM Tanam Mangrove untuk Lindungi Kawasan Pesisir
JAWA BARAT - Pemerintah Kabupaten Cirebon berkolaborasi dengan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Daerah Kabupaten Cirebon menggelar aksi penanaman mangrove di kawasan Wisata Bahari Muara Mundu, Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian generasi muda terhadap pelestarian kawasan pesisir sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi pelajar dan pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cirebon, Jois Putra, memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan IPM Kabupaten Cirebon. Menurutnya, kegiatan itu menjadi contoh nyata kontribusi organisasi kepemudaan dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan. "Saya atas nama pribadi dan Dinas Pemuda dan Olahraga mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada adik-adik IPM yang dapat melaksanakan kegiatan penanaman mangrove," ujar Jois.
Ia menyebut, selama menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, kegiatan penanaman mangrove yang digagas organisasi kepemudaan tersebut merupakan yang pertama di Kabupaten Cirebon.
Jois menegaskan, berbagai persoalan lingkungan di Kabupaten Cirebon tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, untuk terus membangun kolaborasi dalam menjaga lingkungan. "Karena kita pemerintah tidak akan bisa menjalankan fungsinya sendiri. Jadi harus berkolaborasi dengan semua elemen," katanya.
Kolaborasi Pemkab Cirebon dan IPM Tanam Mangrove untuk Lindungi Kawasan Pesisir
Selain itu, Jois menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Cirebon. Ia mengungkapkan, produksi sampah masyarakat diperkirakan mencapai sekitar 1.200 ton setiap hari, sementara kemampuan pemerintah daerah dalam menangani sampah baru berkisar 400 ton per hari.
Menurutnya, penanaman mangrove tidak hanya berfungsi mengurangi risiko abrasi, tetapi juga menjadi langkah jangka panjang dalam menjaga kawasan pesisir dari berbagai dampak perubahan lingkungan. "Kalau bukan kita, siapa lagi? Termasuk penanaman mangrove ini untuk menjaga abrasi. Benteng yang paling bagus itu, ya mangrove. Mudah-mudahan di Kabupaten Cirebon tidak terjadi persoalan seperti di daerah lain, sehingga kawasan pesisir tetap terlindungi," tuturnya.
Sementara itu, Ketua PD IPM Kabupaten Cirebon, Rachel Sugiarto, menegaskan bahwa kegiatan penanaman mangrove tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir. "Kegiatan penanaman mangrove ini bukan hanya sekedar seremonial, namun merupakan wujud nyata kepedulian kita terhadap lingkungan, khususnya wilayah pesisir," ujar Rachel.
Ia menjelaskan, keberadaan mangrove memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah abrasi, sekaligus menjadi habitat bagi berbagai biota laut. "Mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah abrasi, serta menjadi habitat bagi makhluk hidup di laut," jelasnya.
Baca juga: Puluhan Pelajar Terbaik Berlaga di Lomba Debat Provinsi Jawa Barat 2026
Rachel menambahkan, setiap bibit mangrove yang ditanam merupakan simbol harapan untuk mewujudkan lingkungan yang lebih hijau, lestari, dan berkelanjutan.
"Melalui kegiatan ini kita tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan untuk masa depan yang lebih hijau, lebih lestari, dan lebih berkelanjutan. Ini adalah langkah kecil yang memiliki dampak besar bagi generasi yang akan datang," katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para pelajar, agar terus berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi nyata.
Aksi penanaman mangrove itu diikuti peserta Taruna Melati II IPM dan turut dihadiri perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Cirebon, Pimpinan Pusat IPM Bidang Lingkungan Hidup, Pimpinan Wilayah IPM Jawa Barat, serta unsur majelis di lingkungan Muhammadiyah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Cirebon