Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 JUNI 2026 • 16:30 WIB

Momentum Harganas 2026, Keluarga Didorong Jadi Fondasi Mewujudkan Generasi Berkualitas

Momentum Harganas 2026, Keluarga Didorong Jadi Fondasi Mewujudkan Generasi BerkualitasMomentum Harganas 2026, Keluarga Didorong Jadi Fondasi Mewujudkan Generasi Berkualitas

JAWA BARAT - Kabupaten Cirebon memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 dengan menekankan pentingnya penguatan peran keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang saat ini. Peringatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga dijadikan momentum untuk mengingatkan kembali fungsi keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi berkualitas.

Kegiatan Harganas berlangsung di halaman Kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Senin (29/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani, membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN. Ia menegaskan bahwa peringatan Harganas harus menjadi ruang refleksi bagi setiap keluarga untuk memastikan rumah menjadi tempat yang aman, kuat, dan mampu melahirkan generasi yang unggul.

"Hari ini bukan sekadar baris tanggal untuk seremonial, melainkan sebuah jeda kultural dan refleksi nasional. Mari kita tengok kembali rumah kita dan bertanya, sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang?" ujarnya.

Momentum Harganas 2026, Keluarga Didorong Jadi Fondasi Mewujudkan Generasi BerkualitasMomentum Harganas 2026, Keluarga Didorong Jadi Fondasi Mewujudkan Generasi Berkualitas

Fitri, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pembangunan keluarga bertumpu pada tiga aspek utama, yakni kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental. Pada bidang kesehatan, pemerintah terus mendorong percepatan penurunan angka stunting melalui pemenuhan kebutuhan gizi selama 1.000 hari pertama kehidupan.

Di sisi lain, pendidikan karakter dinilai harus dimulai dari lingkungan keluarga dengan menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, serta kedisiplinan sejak usia dini. Keluarga juga diharapkan mampu menjadi ruang yang memberikan rasa aman dan menjaga kesehatan mental anak di tengah tekanan kehidupan modern.

"Jadilah pelabuhan emosional yang stabil di tengah era yang penuh tekanan, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah," katanya.

Dalam sambutan tersebut, perhatian juga diberikan pada pentingnya keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan. Menurut Fitri, kualitas sumber daya manusia tidak dapat terwujud apabila tanggung jawab mengasuh anak hanya dibebankan kepada ibu.

Baca juga: Peringati Harganas ke-33, Pemkab Bogor Tegaskan Keluarga Fondasi Indonesia Emas 2045

Ia menilai kehadiran ayah, baik secara fisik maupun emosional, memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter anak. Karena itu, ia mengingatkan agar fenomena "fatherless" atau ayah yang hadir secara fisik tetapi tidak terlibat secara emosional dapat dihindari. "Kehadiran fisik dan kedekatan emosional ayah memiliki pengaruh besar dalam struktur kepribadian anak. Jangan biarkan anak-anak tumbuh dalam fenomena negara tanpa ayah, di mana ayah hadir secara fisik namun absen secara psikologis," tuturnya.

Selain itu, Fitri mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan penggunaan gawai menggantikan peran keluarga dalam mendidik anak. Menurutnya, penggunaan perangkat digital yang tidak terkontrol dapat mengurangi kualitas interaksi keluarga sekaligus memengaruhi pola pikir anak. "Jangan biarkan masa depan dan pola pikir anak-anak kita dikuasai oleh algoritma digital yang tidak bermoral. Jangan biarkan meja makan sunyi, karena semua sibuk menatap layar," ucapnya.

Ia pun mengajak para ayah untuk lebih aktif membangun komunikasi dengan anak, meluangkan waktu bersama keluarga, serta membatasi penggunaan gawai hanya untuk aktivitas yang memberikan manfaat. "Letakkan gawai Anda di rumah, peluk anak-anakmu, ajak mereka berdialog, dan batasi waktu layar (screen time) mereka pada hal-hal yang produktif," katanya.

Baca juga: Seminar Kajian Topeng Cirebon Hasilkan Rekomendasi Pelestarian Budaya yang Adaptif

Lebih lanjut, Fitri menilai berbagai persoalan sosial, seperti tawuran pelajar, perundungan, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba, menjadi pengingat bahwa fungsi keluarga perlu terus diperkuat sebagai benteng pertama dalam pembinaan anak.

"Jangan tunggu sampai anak kita menjadi korban atau pelaku. Benteng pertahanan terbaik adalah ketahanan keluarga. Jadikan rumah sebagai tempat paling aman dan dirindukan," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Cirebon

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Momentum Harganas 2026, Keluarga Didorong Jadi Fondasi Mewujudkan Generasi Berkualitas

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!