Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 JUNI 2026 • 18:01 WIB

Pemkot Bandung Manfaatkan Laci RW untuk Pantau Kondisi Sosial hingga Keamanan Lingkungan

Pemkot Bandung Manfaatkan Laci RW untuk Pantau Kondisi Sosial hingga Keamanan Lingkunganemkot Bandung Manfaatkan Laci RW untuk Pantau Kondisi Sosial hingga Keamanan Lingkungan

JAWA BARAT - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menguatkan Program Layanan Catatan Informasi (Laci) RW sebagai salah satu instrumen utama dalam pendataan kewilayahan di tingkat masyarakat.

Program ini tidak hanya dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah, tetapi juga difungsikan sebagai alat pemetaan awal dalam mengidentifikasi potensi persoalan sosial hingga indikasi tindak kriminal di lingkungan warga.

Wali Kota Muhammad Farhan menyampaikan bahwa pembaruan data dalam Laci RW dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sekali. Langkah ini diambil agar kondisi sosial masyarakat di tingkat RT dan RW dapat terus terpantau secara lebih akurat dan mutakhir.

“Setiap tiga bulan kita lakukan pembaruan terhadap Layanan Catatan Informasi,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Senin (29/6/2026).

Saat ini, Pemkot Bandung juga tengah melakukan pendataan terhadap rumah kontrakan, rumah kos, serta unit hunian sewa yang tersebar di berbagai wilayah kota. Data tersebut dinilai penting untuk memetakan keberadaan penduduk usia produktif yang berasal dari luar daerah namun menetap di Bandung.

Pemkot Bandung Manfaatkan Laci RW untuk Pantau Kondisi Sosial hingga Keamanan Lingkunganemkot Bandung Manfaatkan Laci RW untuk Pantau Kondisi Sosial hingga Keamanan Lingkungan

Selain itu, pendataan ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi dini terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan permukiman.

Farhan menjelaskan, melalui data yang lebih rinci, pemerintah bersama aparat kewilayahan dapat lebih cepat mendeteksi berbagai persoalan sosial maupun potensi pelanggaran hukum sejak tahap awal.

“Dengan pendataan itu banyak hal yang bisa kita deteksi, termasuk berbagai bentuk kejahatan. Ada pengedar narkoba, prostitusi terselubung, dan lainnya,” katanya.

Ia menekankan pentingnya peran aktif RT dan RW dalam mengenali kondisi warganya secara langsung, termasuk melalui pendekatan dari rumah ke rumah. “Setiap RW dan RT harus benar-benar mengenali warganya, bahkan sampai mengetuk pintu rumah warga,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa data dalam Laci RW mencakup berbagai indikator sosial yang cukup detail, tidak terbatas pada jumlah penduduk semata. “Termasuk jumlah rumah tanpa septic tank, anak tidak sekolah, ibu tunggal, dan data sosial lainnya,” ungkapnya.

Baca juga: Farhan: Pendidikan Harus Menjangkau Semua Anak Tanpa Terkecuali

Menurut Farhan, seluruh data tersebut telah melalui proses verifikasi oleh Badan Pusat Statistik, sehingga dapat dijadikan rujukan dalam penyusunan kebijakan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah datanya sudah diverifikasi oleh BPS dan bisa digunakan,” katanya.

Hasil pemutakhiran data Laci RW yang dilakukan setiap tiga bulan ini kemudian dihimpun dan dikelola oleh Bapperida Kota Bandung sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih terarah dan tepat sasaran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pemkot Bandung Manfaatkan Laci RW untuk Pantau Kondisi Sosial hingga Keamanan Lingkungan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!