Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 20 JUNI 2026 • 11:46 WIB

Flyover Krucuk Cirebon Ditargetkan Dibangun 2028, Jadi Solusi Kemacetan dan Keselamatan

Flyover Krucuk Cirebon Ditargetkan Dibangun 2028, Jadi Solusi Kemacetan dan KeselamatanFlyover Krucuk Cirebon Ditargetkan Dibangun 2028, Jadi Solusi Kemacetan dan Keselamatan (Antara Foto)

JAWA BARAT - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon mengungkapkan bahwa rencana pembangunan flyover di perlintasan sebidang Jalan Slamet Riyadi atau kawasan Krucuk menjadi bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di salah satu titik perlintasan kereta api tersibuk di wilayah tersebut.

Kepala Dishub Kota Cirebon, Gunawan, mengatakan proyek jalan layang tersebut telah masuk dalam agenda perencanaan pemerintah pusat dan ditargetkan mulai memasuki tahap pembangunan pada tahun 2028.

Menurutnya, flyover akan dibangun pada jalur yang menghubungkan kawasan Pilang Raya hingga Jalan Slamet Riyadi, mengingat lokasi tersebut berada di koridor jalan nasional yang memiliki mobilitas kendaraan cukup tinggi.

“Pembangunan flyover direncanakan mulai dari kawasan Pilang Raya menuju Jalan Slamet Riyadi karena berada di jalur nasional,” ujar Gunawan di Cirebon, Jumat.

Ia menjelaskan, rencana pembangunan tersebut telah dibahas bersama pemerintah pusat dan pembiayaannya diproyeksikan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Baca juga: Dinsos Cirebon: Sekolah Rakyat Tampung 270 Siswa, Pembangunan Capai 68 Persen

Berdasarkan hasil kajian awal yang dipaparkan dalam pembahasan teknis, konstruksi flyover diperkirakan memiliki panjang sekitar 400 hingga 450 meter dengan ketinggian mencapai 11 meter.

Gunawan menyebutkan, dari total panjang tersebut, sekitar 200 meter akan digunakan sebagai jalur tanjakan dan 200 meter lainnya untuk jalur penurunan. Adapun ketinggian konstruksi disesuaikan dengan standar keselamatan yang berlaku untuk melintasi jalur kereta api.

Sementara itu, Vice President PT KAI Daerah Operasi 3 Cirebon, Sigit Winarto, mengatakan perlintasan sebidang Krucuk merupakan salah satu lokasi yang telah memiliki kajian teknis sehingga masuk dalam daftar prioritas pembangunan pemerintah pusat.

Menurut dia, proses pembebasan lahan diperkirakan mulai dilakukan pada 2027, sedangkan pekerjaan konstruksi berpeluang dilaksanakan setahun setelahnya oleh Kementerian PU.

Sigit menuturkan, saat ini terdapat 11 perlintasan sebidang di Kota Cirebon yang seluruhnya dijaga oleh PT KAI serta dilengkapi fasilitas palang pintu dan petugas penjaga.

Meskipun demikian, tingginya arus kendaraan di sejumlah titik perlintasan masih menjadi tantangan tersendiri. Kondisi tersebut kerap memicu antrean kendaraan ketika palang pintu harus ditutup untuk memberikan prioritas bagi perjalanan kereta api.

Baca juga: Meriah dan Khidmat, 1 Suro 1448 H di Talun Jadi Magnet Warga

Ia menjelaskan, berdasarkan data dari Dishub Kota Cirebon, waktu melintas kereta api pada jam-jam tertentu sering bertepatan dengan puncak aktivitas kendaraan, sehingga kemacetan cukup panjang tidak dapat dihindari saat perlintasan ditutup sementara.

Karena itu, pembangunan flyover dinilai sebagai solusi jangka panjang yang dapat mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan aspek keselamatan di kawasan perlintasan dengan volume kendaraan tinggi.

Selain perlintasan Krucuk, PT KAI bersama pemerintah juga akan mengkaji titik-titik perlintasan lainnya secara bertahap untuk menentukan lokasi yang paling memungkinkan dibangun flyover maupun underpass guna mendukung kelancaran lalu lintas di masa mendatang.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Flyover Krucuk Cirebon Ditargetkan Dibangun 2028, Jadi Solusi Kemacetan dan Keselamatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!