Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 19 JUNI 2026 • 18:00 WIB

Lonjakan Wisatawan Dorong Kebutuhan Pangan, Pemkot Bandung Perkuat Pasokan dan Distribusi

Lonjakan Wisatawan Dorong Kebutuhan Pangan, Pemkot Bandung Perkuat Pasokan dan DistribusiBandungLonjakan Wisatawan Dorong Kebutuhan Pangan, Pemkot Bandung Perkuat Pasokan dan Distribusi

JAWA BARAT -  Pemerintah Kota Bandung terus berupaya memperkuat ketahanan pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat dan pertumbuhan sektor pariwisata. Meski belum memiliki lumbung pangan, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan pasokan bahan pokok masih aman berkat sistem distribusi yang berjalan baik.

Menurut Farhan, Kota Bandung sangat bergantung pada pasokan pangan dari berbagai daerah karena keterbatasan lahan pertanian. Distribusi pangan ditopang oleh Pasar Induk Gedebage dan Caringin yang menjadi pintu masuk komoditas dari sedikitnya 16 provinsi, serta didukung Bulog dan sejumlah pasar besar lainnya.

"Kota Bandung memang belum punya lumbung pangan. Kami mengandalkan pasar induk, Bulog, dan jaringan distribusi yang ada," ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis, 18 Juni 2026.

Lonjakan Wisatawan Dorong Kebutuhan Pangan, Pemkot Bandung Perkuat Pasokan dan DistribusiLonjakan Wisatawan Dorong Kebutuhan Pangan, Pemkot Bandung Perkuat Pasokan dan Distribusi

Ia menjelaskan sekitar 30 persen kebutuhan beras, gula, minyak goreng, dan tepung dipenuhi melalui Bulog, sementara sisanya berasal dari mekanisme pasar. Menurutnya, selama distribusi berjalan lancar, kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Untuk memperkuat ketahanan pangan jangka panjang, Pemkot Bandung tengah mengkaji kemungkinan kerja sama dengan daerah penghasil pangan melalui skema penyewaan lahan produksi. Namun, kebijakan tersebut masih memerlukan kajian mendalam terkait kebutuhan komoditas dan efisiensi anggaran.

Farhan juga menyoroti tingginya permintaan pangan akibat meningkatnya jumlah wisatawan yang berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas. Selain itu, perubahan iklim berpotensi memengaruhi pasokan, terutama untuk komoditas sayuran.

Baca juga: Pemkot Bandung Perkuat Penanggulangan HIV/AIDS Lewat Kolaborasi dengan OMS dan Komunitas

Meski demikian, ia memastikan stok beras relatif aman karena didukung cadangan Bulog melalui program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Menurut Farhan, tantangan utama Kota Bandung saat ini adalah menjaga kelancaran suplai dan distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

"Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan barang, tetapi juga memastikan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Lonjakan Wisatawan Dorong Kebutuhan Pangan, Pemkot Bandung Perkuat Pasokan dan Distribusi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!