Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 14 JUNI 2026 • 20:04 WIB

Dukung Swasembada Kedelai 2026, KDM Ajak Petani Jaga Kesuburan Lahan

Dukung Swasembada Kedelai 2026, KDM Ajak Petani Jaga Kesuburan LahanDukung Swasembada Kedelai 2026, KDM Ajak Petani Jaga Kesuburan Lahan

JAWA BARAT - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri kegiatan penanaman kedelai di lahan seluas 210 hektare sebagai bagian dari upaya mendukung target swasembada kedelai pada 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di area Hak Guna Usaha (HGU) PT PG Rajawali II, Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Rabu (10/6/2026).

Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM berharap proses budidaya kedelai tersebut dapat berjalan optimal dan menghasilkan panen yang memuaskan.

"Mudah-mudahan kedelainya bisa mekar, airnya bisa terpancar, kemudian hasilnya nanti memuaskan semua pihak, produktivitas kedelainya meningkat," ujar KDM.

Ia juga mengingatkan para petani agar meninggalkan sejumlah pola tanam yang dinilai kurang tepat, seperti memanen tanaman kedelai sebelum benar-benar matang atau saat kondisinya masih hijau. Menurutnya, intensitas tanam yang terlalu tinggi tanpa jeda turut berdampak pada penurunan kualitas lahan pertanian.

KDM mencontohkan, tingginya curah hujan belakangan ini membuat petani dapat menanam padi hingga tiga sampai empat kali dalam setahun tanpa masa istirahat bagi tanah. Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi menurunkan tingkat kesuburan lahan, bahkan menyebabkan derajat keasaman tanah berada di bawah angka ideal.

Baca juga: Disdik Jabar Jamin 77 Ribu Calon Murid Tak Tertampung di Negeri Difasilitasi ke Sekolah Swasta

Untuk menjaga produktivitas lahan, ia mengusulkan penerapan sistem tumpang sari. Melalui Dinas Pertanian, KDM mendorong agar petani menyisipkan penanaman kedelai maupun kacang-kacangan setidaknya sekali dalam setahun guna membantu memulihkan kesuburan tanah.

"Kepada melalui Dinas Pertanian, setahun sekali nanam kedelai dan tanam kacang (suuk bahasa Sunda) itu harus dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah karena tanpa itu tanah sangat berat," tuturnya.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Sujono Djojohadikusumo, menyampaikan bahwa selama ini Indonesia masih mengimpor kedelai dari sejumlah negara, seperti Brasil, Argentina, dan Amerika Serikat. Impor tersebut, lanjutnya, dilakukan menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat.

Menurut Hashim, keberhasilan mewujudkan swasembada kedelai akan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri. Dampaknya, masyarakat berpeluang memperoleh bahan pangan berbasis kedelai, seperti tahu dan tempe, dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca juga: Aten Munajat Ingatkan Pemerintah Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Ia menambahkan, Presiden Prabowo menargetkan perluasan areal tanam kedelai hingga mencapai satu juta hektare agar swasembada dapat terwujud dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, pemerintah berencana menyalurkan bibit unggul kepada para petani di berbagai daerah.

Pada kesempatan yang sama, Penasehat Koperasi Bareng Bareng Sugih (BBS), Mulyadi, menilai program penanaman kedelai merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Ia berharap Kabupaten Indramayu dapat semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jabarprov.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dukung Swasembada Kedelai 2026, KDM Ajak Petani Jaga Kesuburan Lahan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!