Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 10 JUNI 2026 • 19:41 WIB

Tradisi Seren Taun 1957 Saka Kembali Menghidupkan Nilai Syukur dan Persaudaraan

Tradisi Seren Taun 1957 Saka Kembali Menghidupkan Nilai Syukur dan PersaudaraanTradisi Seren Taun 1957 Saka Kembali Menghidupkan Nilai Syukur dan Persaudaraan

JAWA BARAT - Upacara Adat Seren Taun Tahun 1957 Saka berlangsung khidmat di Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur, Kabupaten Kuningan, Minggu (7/6/2026). Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini kembali menjadi momentum masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur, mempererat persaudaraan, serta melestarikan budaya leluhur.

Puncak acara dihadiri Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Kekayaan Intelektual Kementerian Kebudayaan RI I Made Dharma Suteja, unsur Forkopimda, tokoh adat, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa Seren Taun bukan sekadar perayaan panen, melainkan tradisi yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam, sesama, dan Tuhan Yang Maha Esa. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga akar budaya sebagai identitas bangsa di tengah perkembangan zaman.

Tradisi Seren Taun 1957 Saka Kembali Menghidupkan Nilai Syukur dan PersaudaraanTradisi Seren Taun 1957 Saka Kembali Menghidupkan Nilai Syukur dan Persaudaraan

Menurutnya, Seren Taun telah menjadi salah satu ikon budaya Kabupaten Kuningan yang dikenal luas serta menjadi contoh harmoni dalam keberagaman. Sebagai bentuk dukungan pelestarian budaya, Pemerintah Kabupaten Kuningan berencana memasukkan Seren Taun ke dalam kalender budaya daerah mulai tahun depan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Tri Panca Tunggal sekaligus Ketua Panitia Seren Taun, Dewi Kanti Setianingsih, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini mengusung tema “Merdika Ngolah Rasa untuk Masa Depan Bangsa”, yang menekankan nilai syukur, gotong royong, kemanusiaan, dan kebangsaan.

Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kementerian Kebudayaan RI, I Made Dharma Suteja, mengapresiasi konsistensi masyarakat Cigugur dalam menjaga tradisi. Menurutnya, Seren Taun merupakan representasi budaya agraris Nusantara yang penting untuk terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Baca juga: Tim Seleksi Tetapkan Lima Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan Periode 2026–2031

Perayaan turut dimeriahkan berbagai pertunjukan seni budaya, seperti Tari Puragabaya Gebang, Angklung Kanekes, Angklung Buncis, Tari Buyung, serta Tari Rejang Renteng dari Bali. Rangkaian prosesi adat seperti Helaran Memeron, Ngajayak, Pangrajah, dan Penumbukan Padi juga menjadi bagian utama perayaan.

Melalui berbagai ritual dan pertunjukan budaya tersebut, Seren Taun kembali menegaskan perannya sebagai warisan budaya yang tidak hanya menjaga tradisi leluhur, tetapi juga memperkuat persatuan, toleransi, dan identitas kebangsaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Kuningan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tradisi Seren Taun 1957 Saka Kembali Menghidupkan Nilai Syukur dan Persaudaraan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!