Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 06 JUNI 2026 • 18:44 WIB

Dedi Mulyadi Pimpin Rakor Antisipasi Krisis Sampah dan Dampak Kemarau Panjang di Jawa Barat

Dedi Mulyadi Pimpin Rakor Antisipasi Krisis Sampah dan Dampak Kemarau Panjang di Jawa BaratDedi Mulyadi Pimpin Rakor Antisipasi Krisis Sampah dan Dampak Kemarau Panjang di Jawa Barat

JAWA BARAT - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Persampahan dan Mitigasi Dampak Kemarau Panjang Tahun 2026 di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD), Kamis (4/6/2026). Rakor dihadiri Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, serta bupati dan wali kota se-Jawa Barat.

Dalam rapat tersebut, Dedi menyoroti dua persoalan utama yang berpotensi dihadapi Jawa Barat dalam waktu dekat, yakni keterbatasan kapasitas TPA Sarimukti yang diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga enam bulan ke depan serta ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino.

Menurut Dedi, langkah mitigasi harus dilakukan sejak dini tanpa menunggu bencana terjadi. Pemerintah daerah diminta segera memetakan wilayah rawan kekeringan, menyiapkan distribusi air bersih melalui mobil tangki, mempercepat pembangunan jaringan air bersih, serta menyediakan toren penampung air di desa-desa terdampak.

Untuk penanganan sampah, Pemprov Jabar mendukung pengembangan teknologi waste to fuel yang mengolah sampah menjadi bahan bakar. Upaya pengurangan sampah dari tingkat rumah tangga hingga pemanfaatan teknologi pengolahan sampah juga akan diperkuat, terutama di wilayah yang bergantung pada TPA Sarimukti.

Baca juga: Garut Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik I Regional Jawa-Bali dari Kemendagri

Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan TNI siap mendukung penanganan kekeringan dan persampahan. Saat ini TNI telah membangun sekitar 500 titik distribusi air bersih dan mengembangkan fasilitas waste to fuel di sejumlah daerah, termasuk TPA Sarimukti.

Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan musim kemarau tahun ini diperkirakan datang lebih cepat, lebih panjang, dan lebih kering akibat El Nino. Puncak kemarau di Jawa Barat diprediksi terjadi pada Agustus hingga September, dengan durasi musim kemarau berlangsung sekitar tiga hingga tujuh bulan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jabarprov.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dedi Mulyadi Pimpin Rakor Antisipasi Krisis Sampah dan Dampak Kemarau Panjang di Jawa Barat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!