Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 22 JULI 2026 • 10:20 WIB

Dishut Jabar Perkuat Gerakan Leuweung Hejo untuk Jaga Kelestarian Hutan

Dishut Jabar Perkuat Gerakan Leuweung Hejo untuk Jaga Kelestarian HutanDishut Jabar Perkuat Gerakan Leuweung Hejo untuk Jaga Kelestarian Hutan (Antara Foto)

JAWA BARAT - Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Barat terus mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Leuweung Hejo di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Majalengka. Program tersebut diarahkan untuk menjaga kelestarian ekosistem hutan melalui kegiatan penghijauan, pemeliharaan kawasan, edukasi kepada masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, mengatakan Gerakan Leuweung Hejo merupakan salah satu program yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam upaya menjaga keberlanjutan kawasan hutan.

"Kalau kami dari rimbawan, yang kami lakukan hari ini dengan program dari Pak Gubernur, yakni jaga leuweung," ujar Dodit di Majalengka, Selasa.

Menurutnya, salah satu fokus utama program tersebut adalah membangun komunikasi dengan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan hutan, termasuk di kawasan Gunung Ciremai, agar bersama-sama berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Ia menjelaskan, pendekatan kepada masyarakat dilakukan karena mereka memiliki keterkaitan langsung dengan kawasan hutan sebagai bagian dari sumber penghidupan.

Baca juga: DP3AKB Jabar Ajak Media dan Kreator Konten Bangun Literasi Digital Berbasis Keluarga

Gerakan Leuweung Hejo sendiri meliputi berbagai kegiatan, di antaranya penanaman pohon secara massal dan terpadu, pemeliharaan kawasan hutan serta lahan kritis, edukasi dan kampanye lingkungan, hingga pelaksanaan kolaborasi penghijauan bersama berbagai pihak.

Dishut Jabar optimistis program tersebut dapat berkembang menjadi gerakan sosial-ekologis yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan, sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga kelestariannya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pencegahan Kebakaran Hutan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan, M. Hariyanto, mengingatkan bahwa musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih kering akibat pengaruh fenomena El Nino. Karena itu, langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan perlu menjadi prioritas.

Ia menjelaskan, berbagai upaya mitigasi telah dilakukan melalui pemantauan, patroli rutin, edukasi kepada masyarakat, penyiapan personel dan peralatan, penyediaan sumber air, serta penguatan koordinasi antarinstansi.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Kehutanan bersama sejumlah instansi terkait telah menggelar apel siaga pengendalian kebakaran hutan dan lahan tingkat Provinsi Jawa Barat.

Baca juga: Pemprov Jabar Dorong Psikolog Klinis Turun ke 5.312 Desa Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa

"Selain apel ini, dukungan pengendalian melibatkan 2.500 personel Manggala Agni dan 14.000 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA)," kata Hariyanto.

Di sisi lain, Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Yudha Suswardhanto, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan apel siaga tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan selama musim kemarau.

Ia menegaskan, dalam setiap upaya penanganan kebakaran hutan, Perhutani senantiasa melibatkan masyarakat serta para pemangku kepentingan sebagai bagian dari komitmen menjaga kelestarian kawasan hutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dishut Jabar Perkuat Gerakan Leuweung Hejo untuk Jaga Kelestarian Hutan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!