Jabar Tutup MPLS Pancawaluya 2026 dengan Aksi Ekologi Serentak Libatkan 343 Ribu Siswa (Antara Foto)
JAWA BARAT - Jawa Barat menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (Jawa Barat) Pancawaluya 2026 dengan menggelar Aksi Ekologi secara serentak yang melibatkan 343.374 peserta didik baru jenjang SMA, SMK, dan SLB. Selain mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan, para siswa juga didorong membiasakan diri mengerjakan pekerjaan rumah tangga sebagai bagian dari pembentukan karakter kepemimpinan.
Kegiatan yang diikuti siswa dari sekolah negeri maupun swasta tersebut dilaksanakan di 882 satuan pendidikan dengan pusat pelaksanaan tersebar di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Salah satu lokasi kegiatan dipusatkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, pada Selasa.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa penutupan MPLS dan pelaksanaan Aksi Ekologi merupakan langkah awal dalam membangun karakter peserta didik. Menurutnya, nilai utama dari kegiatan tersebut terletak pada konsistensi para siswa dalam menerapkan kebiasaan baik setelah kembali ke lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat.
"Kegiatan ini hanya simbolis. Yang paling penting adalah gerakan nyata setelah kembali ke rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat," ujar Herman di Bandung.
Ia juga mengajak para peserta didik baru untuk aktif membantu orang tua dengan mengerjakan berbagai pekerjaan rumah secara mandiri, seperti menyapu, mencuci, menyetrika pakaian sendiri, hingga membantu aktivitas bertani atau berdagang. Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi sarana melatih ketangguhan mental dan fisik.
Baca juga: Farhan Tegaskan MPLS di Bandung Harus Bebas Perpeloncoan dan Kekerasan
"Cara terbaik meramal masa depan adalah menciptakannya hari ini. Mulailah dari hal-hal kecil, sederhana, tetapi dilakukan secara konsisten. Kebiasaan baik itulah yang akan membentuk karakter dan mengantarkan kalian menjadi pemimpin di masa depan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa Aksi Ekologi dirancang sebagai implementasi nyata konsep pendidikan Pancawaluya untuk membentuk profil peserta didik yang Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.
Menurut Purwanto, kegiatan tersebut tidak dimaksudkan sebagai agenda seremonial semata, melainkan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang terus dibiasakan di lingkungan sekolah. Kebiasaan menjaga kebersihan diri, ruang kelas, halaman sekolah, hingga lingkungan sekitar dinilai menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Dinas Pendidikan Jawa Barat menggandeng berbagai pihak, di antaranya River Clean Up Indonesia, Komunitas Sapulidi, Pandawara Group, TNI, Polri, serta sejumlah perangkat daerah.
Selain melakukan pembersihan sungai dan perawatan kawasan TMP Cikutra, kegiatan edukasi lingkungan juga berlangsung serentak di berbagai sekolah. Salah satunya melalui aksi bersih-bersih yang melibatkan Pandawara Group bersama para siswa di SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara