Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 14 JUNI 2026 • 14:16 WIB

Farhan: Produksi Tahu dan Tempe Tidak Boleh Terhenti Meski Harga Kedelai Naik

Farhan: Produksi Tahu dan Tempe Tidak Boleh Terhenti Meski Harga Kedelai NaikFarhan: Produksi Tahu dan Tempe Tidak Boleh Terhenti Meski Harga Kedelai Naik

JAWA BARAT - Kenaikan harga kedelai yang terus terjadi menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandung. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut harga kedelai saat ini telah menembus angka Rp10.000 per kilogram dan bahkan mendekati Rp11.000 per kilogram.

Menurut Farhan, kondisi tersebut bukan persoalan yang mudah diatasi di tingkat daerah. Pasalnya, kedelai merupakan komoditas impor yang harganya sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar internasional, sehingga ruang intervensi pemerintah daerah menjadi terbatas.

"Harga kedelai sekarang memang sulit dikendalikan. Sudah berada di atas Rp10.000 per kilogram, bahkan mendekati Rp11.000. Karena ini barang impor, maka kita mengikuti mekanisme pasar yang berlaku," ujar Farhan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat, 12 Juni 2026.

Meski demikian, Pemerintah Kota Bandung menegaskan tidak akan tinggal diam menghadapi situasi tersebut. Sejumlah langkah disiapkan untuk menjaga keberlangsungan produksi tahu dan tempe yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat sekaligus menopang aktivitas pelaku usaha kecil.

Farhan: Produksi Tahu dan Tempe Tidak Boleh Terhenti Meski Harga Kedelai NaikFarhan: Produksi Tahu dan Tempe Tidak Boleh Terhenti Meski Harga Kedelai Naik

Salah satu upaya yang didorong pemerintah ialah meningkatkan efisiensi di tingkat produksi. Para perajin tahu dan tempe diimbau untuk menyesuaikan pola usaha agar tetap dapat bertahan di tengah meningkatnya biaya bahan baku.

"Kami mengimbau para pengrajin tahu dan tempe agar bisa lebih efisien. Yang terpenting, produksi jangan sampai berhenti," katanya.

Selain itu, Pemkot Bandung berupaya memastikan distribusi serta akses pemasaran produk tahu dan tempe tetap berjalan dengan baik di berbagai wilayah kota. Jalur distribusi dan ruang penjualan dinilai harus tetap terbuka agar roda perekonomian masyarakat tidak terganggu.

Di sisi lain, pemerintah juga berkomitmen menjaga daya beli masyarakat. Farhan menilai keseimbangan antara kenaikan harga dan kemampuan konsumsi masyarakat perlu diperhatikan agar produk olahan kedelai tetap dapat dijangkau.

"Kita jaga agar masyarakat yang selama ini mengonsumsi kuliner berbahan tahu dan tempe tetap memiliki daya beli. Jadi meskipun ada kenaikan harga, produk tersebut masih bisa dibeli," ujarnya.

Baca juga: Operasi Satpol PP Bandung Sasar Titik Rawan, Ribuan Botol Miras Ilegal Disita

Farhan menegaskan, keberlangsungan industri tahu dan tempe perlu dipertahankan mengingat perannya yang penting sebagai sumber protein bagi masyarakat serta sektor usaha yang menyerap banyak tenaga kerja.

Ia berharap para pelaku usaha tetap optimistis dan mampu beradaptasi menghadapi fluktuasi pasar. Pemerintah Kota Bandung, kata dia, akan terus hadir untuk memastikan ekosistem usaha tetap berjalan dengan baik. "Yang paling penting, produksi tahu dan tempe jangan sampai berhenti," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Farhan: Produksi Tahu dan Tempe Tidak Boleh Terhenti Meski Harga Kedelai Naik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!