Gempa M 2,7 Guncang Bandung, Wali Kota Instruksikan BPBD Lakukan Pemantauan
JAWA BARAT - Kota Bandung dan sejumlah wilayah di sekitarnya diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 2,7 pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 05.13 WIB. Menyusul peristiwa tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan langsung mengarahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung untuk melakukan langkah mitigasi di lapangan.
Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa berpusat di koordinat 6,88 Lintang Selatan dan 107,79 Bujur Timur, tepatnya di wilayah darat sekitar 14 kilometer sebelah timur Kota Bandung, dengan kedalaman 5 kilometer.
Menanggapi kejadian itu, Farhan menegaskan pentingnya respons cepat dan terukur guna memastikan kondisi masyarakat tetap aman serta mengurangi potensi dampak lanjutan dari aktivitas kegempaan.
Ia meminta BPBD segera melakukan pengecekan langsung ke sejumlah lokasi untuk memastikan tidak ada kerusakan serius pada bangunan maupun risiko terhadap keselamatan warga.
Baca juga: Bandung Perluas Kawasan Tanpa Rokok, Tingkat Kepatuhan Capai 87 Persen
Selain pemantauan lapangan, Farhan juga menginstruksikan BPBD Kota Bandung agar terus menjalin koordinasi dengan BMKG. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperoleh informasi terkini terkait perkembangan aktivitas gempa, termasuk kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Gempa M 2,7 Guncang Bandung, Wali Kota Instruksikan BPBD Lakukan Pemantauan
Menurut Farhan, data yang akurat dan cepat dari BMKG akan sangat membantu pemerintah daerah dalam mengambil langkah antisipasi secara lebih dini dan tepat sasaran.
Di sisi lain, Farhan mengimbau masyarakat agar tetap waspada tanpa harus merasa panik. Ia mengingatkan warga untuk kembali mematuhi prosedur dan panduan kesiapsiagaan bencana yang telah disosialisasikan oleh BPBD Kota Bandung.
Masyarakat diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta memahami langkah penyelamatan diri apabila gempa kembali terjadi.
Farhan juga menekankan bahwa kesiapsiagaan yang terbangun antara pemerintah dan warga menjadi faktor utama dalam menghadapi potensi bencana alam, termasuk gempa bumi.
Baca juga: Pemkot Bandung Dorong Program Rutilahu untuk Tekan Kasus TBC di Kawasan Rawan
Hingga Jumat pagi, BPBD Kota Bandung masih melakukan pemantauan situasi serta menyiagakan personel dan peralatan untuk memastikan respons cepat apabila dibutuhkan penanganan lanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Bandung