Rabu, 01 JULI 2026 • 18:34 WIB

Pemkot Cimahi Hentikan Penambahan Sumur Artesis untuk Tekan Eksploitasi Air Tanah

Author

Pemkot Cimahi Hentikan Penambahan Sumur Artesis untuk Tekan Eksploitasi Air Tanah (Antara Foto)

JAWA BARAT - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi memutuskan untuk tidak lagi menambah titik sumur artesis sebagai langkah mengurangi eksploitasi air tanah. Kebijakan tersebut diambil di tengah meningkatnya potensi krisis air bersih yang diperkirakan terjadi saat musim kemarau.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, Amy Pringgo Mardani, mengatakan keputusan itu didasarkan pada hasil kajian mengenai kondisi air tanah di wilayah Kota Cimahi dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, berdasarkan hasil kajian tersebut, eksploitasi air tanah terbesar berasal dari sektor industri. Sementara itu, pemerintah daerah telah menghentikan pengeboran sumur artesis baru sebagai bentuk pengendalian terhadap pemanfaatan air tanah.

Sebagai alternatif, Pemkot Cimahi kini memprioritaskan penyediaan air bersih melalui pemanfaatan sumber air permukaan. Air yang berasal dari sungai diolah menggunakan sistem pengolahan air minum sebelum didistribusikan kepada masyarakat melalui jaringan perpipaan.

Amy menjelaskan, jumlah sumur artesis milik pemerintah yang masih beroperasi saat ini tidak lebih dari 10 titik. Berbeda dengan sektor industri yang memiliki jumlah sumur lebih banyak, pemerintah memilih mengembangkan sistem penyediaan air berbasis air permukaan melalui jaringan pipa.

Baca juga: Cegah Karhutla Meluas, BPBD Sumedang Perkuat Pemetaan dan Edukasi Masyarakat

Berdasarkan kajian Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGL) Badan Geologi, muka air tanah di kawasan Bandung Raya mengalami penurunan sekitar 60 hingga 100 meter akibat eksploitasi yang berlangsung selama bertahun-tahun. Penurunan tersebut dipicu oleh tingginya kebutuhan air, baik untuk aktivitas industri maupun masyarakat.

Untuk menjaga keberlanjutan cadangan air tanah, Pemkot Cimahi terus melaksanakan berbagai upaya pemulihan. Langkah tersebut meliputi pembangunan sumur resapan, biopori, serta sumur imbuhan atau sumur injeksi di sejumlah lokasi.

Selain itu, pemerintah juga melakukan perawatan terhadap sumur artesis yang masih ada tanpa menambah titik baru. Amy menilai kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian air tanah juga terus meningkat.

Ia menambahkan, sumur artesis milik pemerintah yang masih berfungsi diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kondisi tertentu yang bersifat mendesak.

Baca juga: Polda Jabar Benarkan Tato Wajah Taufik Hidayat di Tubuh Korban YTR

Dalam jangka panjang, Pemkot Cimahi akan terus memperkuat pemanfaatan air permukaan sebagai sumber utama penyediaan air bersih. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap cadangan air tanah sekaligus menjaga keberlanjutannya.

Di sisi lain, ancaman kekeringan masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kota Cimahi, khususnya kawasan selatan yang hampir setiap musim kemarau mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Wilayah yang paling sering terdampak meliputi Kelurahan Utama, Melong, dan Leuwigajah di Kecamatan Cimahi Selatan. Ketiga kelurahan tersebut menjadi kawasan yang paling rentan mengalami krisis air bersih dibandingkan 12 kelurahan lainnya di Kota Cimahi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU