Cegah Karhutla Meluas, BPBD Sumedang Perkuat Pemetaan dan Edukasi Masyarakat (Antara Foto)
JAWA BARAT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terus memperkuat pemetaan kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah mitigasi menghadapi meningkatnya risiko kebakaran pada musim kemarau.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang, Hendar, mengatakan pemetaan tersebut menjadi acuan dalam mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan pengawasan lebih intensif sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat apabila terjadi kebakaran.
Berdasarkan hasil pemetaan sementara, terdapat empat wilayah yang masuk kategori rawan karhutla, yakni Tomo, Ciherang, Margalaksana, dan Cibereum. Menurut Hendar, data tersebut akan terus diperbarui dan diperkuat agar upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran dapat berjalan lebih optimal.
"Hasil pemetaan saat ini menunjukkan empat titik wilayah rawan kebakaran, yaitu Tomo, Ciherang, Margalaksana, dan Cibereum. Tentu kami perkuat dan kembangkan kembali hasil pemetaan agar dapat membantu penanganan dan pencegahan lebih maksimal," ujar Hendar di Sumedang, Rabu.
Ia menjelaskan, penguatan pemetaan dilakukan setelah BPBD mencatat empat kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sumedang hingga akhir Juni 2026.
Baca juga: Pemkab Sumedang Telusuri Dugaan Grup LGBT di Media Sosial yang Viral
Selain itu, BPBD juga menerima laporan sebanyak 12 kasus kebakaran rumah dalam kurun waktu yang sama. Kondisi tersebut dinilai menjadi alasan penting untuk meningkatkan langkah-langkah mitigasi guna menekan potensi terjadinya kebakaran di berbagai wilayah.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, BPBD memperketat pemantauan terhadap kondisi cuaca serta vegetasi yang mulai mengering akibat musim kemarau. Di sisi lain, sosialisasi kepada masyarakat terus digencarkan agar tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran.
"Yang paling penting adalah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih memahami kondisi cuaca ketika memasuki musim kemarau supaya tidak terjadi kelalaian yang berpotensi menyebabkan kebakaran," katanya.
Hendar menuturkan, hasil penanganan di lapangan sejauh ini tidak menemukan indikasi bahwa kebakaran dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan. Sebagian besar kejadian diduga berasal dari kelalaian masyarakat yang diperparah oleh kondisi vegetasi kering sehingga api lebih mudah menyebar.
Baca juga: Polda Jabar Benarkan Tato Wajah Taufik Hidayat di Tubuh Korban YTR
"Bukan karena pembukaan lahan. Itu mungkin karena kelalaian warga, seperti membuang puntung rokok, ditambah kondisi cuaca yang sudah mulai kemarau. Tahu-tahu sudah terjadi karena kelalaian masyarakat," ujarnya.
BPBD Kabupaten Sumedang juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar lahan serta menghindari kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang dipenuhi vegetasi kering. Imbauan tersebut diharapkan dapat membantu menekan potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara