Selasa, 30 JUNI 2026 • 18:56 WIB

Disnaker Kota Bandung Ubah Strategi Tekan Pengangguran, Perkuat Pelatihan dan Job Fair Digital

Author

Disnaker Kota Bandung Ubah Strategi Tekan Pengangguran, Perkuat Pelatihan dan Job Fair Digital

JAWA BARAT - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung menyiapkan sejumlah strategi baru untuk menekan angka pengangguran yang masih mencapai sekitar 99.300 orang. Langkah tersebut dilakukan di tengah tantangan ekonomi, mulai dari inflasi, kenaikan nilai tukar dolar, hingga meningkatnya harga bahan bakar.

Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan mulai 2027 pola pelatihan kerja akan dibagi menjadi dua skema. Pelatihan dasar, seperti memasak, tata rambut, dan keterampilan digital, akan ditangani perangkat daerah lain, sementara Disnaker fokus pada pelatihan berbasis kompetensi yang menghasilkan sertifikasi.

"Angka pengangguran kita memang masih tinggi. Karena itu kami terus bekerja keras agar jumlah tersebut terus berkurang meskipun situasi ekonomi sedang penuh tantangan," ujar Yayan di Kantor Disnaker Kota Bandung, Selasa (30/6/2026).

Disnaker Kota Bandung Ubah Strategi Tekan Pengangguran, Perkuat Pelatihan dan Job Fair Digital

Disnaker juga mengubah skema magang ke luar negeri. Kini bantuan diberikan dalam bentuk subsidi kepada warga yang telah diterima di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk bekerja atau magang di luar negeri, sehingga bantuan dinilai lebih tepat sasaran.

Selain itu, konsep job fair juga diperbarui. Kegiatan tidak lagi terpusat di satu lokasi, melainkan digelar bergilir di sejumlah kecamatan dan didukung sistem daring melalui aplikasi New Bimma. Saat ini terdapat lebih dari 2.492 lowongan dari sekitar 20 perusahaan di New Bimma, ditambah sekitar 1.792 lowongan dari platform nasional.

"Hal yang kami lakukan adalah mempertemukan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan masyarakat yang mencari pekerjaan. Karena itu intensitas job fair kami tingkatkan menjadi sebulan sekali dan pelaksanaannya dibuat lebih efisien melalui sistem online," katanya.

Disnaker turut menyediakan layanan Talent Hub secara gratis untuk membantu pencari kerja mengenali minat dan bakat melalui tes bersama psikolog. Menurut Yayan, kebutuhan tenaga kerja di Kota Bandung saat ini masih didominasi sektor perdagangan, ritel, pemasaran, logistik, dan ekspedisi.

Baca juga: Pemkot Bandung Manfaatkan Laci RW untuk Pantau Kondisi Sosial hingga Keamanan Lingkungan

Pemerintah Kota Bandung menargetkan tingkat pengangguran terbuka pada 2026 turun menjadi 7,22 persen.

Penerapan job fair digital mendapat respons positif dari pencari kerja. Resa Septiani menilai proses lamaran menjadi lebih praktis, sedangkan Teguh Putra menyebut sistem daring lebih efisien karena pelamar hanya datang saat dipanggil untuk wawancara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU