Rabu, 06 MEI 2026 • 12:02 WIB

BPS Jabar: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,79 Persen

Author

BPS Jabar: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,79 Persen

JAWA BARAT - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan I 2026. Pada periode tersebut, ekonomi Jawa Barat tumbuh sebesar 5,79 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menjelaskan besarnya jumlah penduduk di Jawa Barat membuat pelaksanaan program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu memiliki cakupan yang luas dan memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi daerah.

Menurutnya, kebutuhan program MBG ikut mendorong penyerapan hasil sektor pertanian, peternakan, hingga tenaga kerja sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

“MBG di Jawa Barat jumlahnya besar, sehingga ikut menggerakkan ekonomi, mulai dari suplai pertanian, sektor lain, hingga penyerapan tenaga kerja,” ujar Ari di Gedung BPS Jawa Barat, Bandung, Selasa.

Ia menyebutkan, capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sebesar 5,79 persen tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen pada periode yang sama.

Baca juga: 27 Kabupaten/Kota Ramaikan Kirab Budaya Milangkala Jabar di Garut

Sementara jika dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2025, ekonomi Jawa Barat masih mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,24 persen secara kuartalan atau quarter to quarter (qtq).

Ari menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 juga ditopang meningkatnya mobilitas masyarakat selama momentum Ramadhan dan Idul Fitri. Tercatat terdapat sekitar 56,54 juta perjalanan wisatawan nusantara pada periode tersebut.

Dari sisi lapangan usaha, struktur ekonomi Jawa Barat masih didominasi sektor industri pengolahan sebesar 39,60 persen, disusul perdagangan 14,21 persen, pertanian 9,22 persen, konstruksi 8,14 persen, dan transportasi 6,84 persen.

Kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi berasal dari sektor industri dengan andil 1,65 persen, transportasi 0,81 persen, informasi dan komunikasi 0,58 persen, akomodasi serta makanan-minuman 0,51 persen, dan perdagangan sebesar 0,45 persen.

Sementara berdasarkan sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi penggerak utama ekonomi dengan kontribusi 65,22 persen. Selanjutnya diikuti investasi fisik atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 23,92 persen, konsumsi pemerintah 5,16 persen, net ekspor 4,96 persen, serta konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) sebesar 0,69 persen.

Baca juga: Kirab Milangkala Tatar Sunda Angkat Warisan Budaya dan Sejarah Sunda

Adapun kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan dari sisi pengeluaran berasal dari konsumsi rumah tangga sebesar 3,27 persen, konsumsi pemerintah 1,82 persen, PMTB 1,06 persen, dan konsumsi LNPRT sebesar 0,04 persen.

Secara nasional, Pulau Jawa masih menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi mencapai 57,24 persen, diikuti Sumatera 22,07 persen, Kalimantan 7,99 persen, Sulawesi 7,12 persen, Bali dan Nusa Tenggara 2,80 persen, serta Maluku dan Papua sebesar 2,77 persen.

Di wilayah Pulau Jawa, pertumbuhan ekonomi tertinggi tercatat di Jawa Timur sebesar 5,96 persen, kemudian Jawa Tengah 5,89 persen, DI Yogyakarta 5,84 persen, Jawa Barat 5,79 persen, Banten 5,64 persen, dan DKI Jakarta 5,59 persen.

Ari menilai pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak positif menunjukkan adanya kemampuan berbagai pihak untuk beradaptasi dengan dinamika global, sekaligus memaksimalkan potensi sektor-sektor ekonomi di Jawa Barat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU