Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 19 JUNI 2026 • 21:19 WIB

Jabar Raih Perhatian Internasional Lewat Strategi Pengembangan Wisata Ramah Muslim

Jabar Raih Perhatian Internasional Lewat Strategi Pengembangan Wisata Ramah MuslimJabar Raih Perhatian Internasional Lewat Strategi Pengembangan Wisata Ramah Muslim

JAWA BARAT - Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mencatat capaian dalam pengembangan sektor pariwisata berbasis nilai-nilai keislaman. Upaya membangun ekosistem wisata ramah Muslim yang tengah digencarkan kini mulai mendapat perhatian di tingkat internasional, salah satunya melalui forum Halal in Travel – Global Summit 2026 yang digelar di Singapura.

Dalam forum diskusi tersebut, Pemprov Jawa Barat diundang untuk memaparkan strategi pengembangan wisata ramah Muslim yang saat ini menjadi salah satu fokus penguatan sektor pariwisata daerah.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Iendra Sofyan, yang menyampaikan sejumlah langkah strategis yang telah diterapkan pemerintah daerah. Salah satunya adalah penerapan konsep 5A sebagai dasar pengembangan destinasi pariwisata.

Selain itu, Pemprov Jawa Barat juga menginisiasi Smiling West Java Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) Award sebagai dorongan bagi pemerintah kabupaten/kota untuk menerapkan standar wisata ramah Muslim secara lebih terukur. Berbagai upaya tersebut turut mengantarkan Jawa Barat meraih peringkat pertama dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025.

Baca juga: Pameran 'Susur, Alur, Kultur' Hadirkan Jejak Peradaban Kerajaan Sunda di Museum Sri Baduga

“Jawa Barat merupakan salah satu provinsi terbesar di Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 50 juta jiwa, di mana sekitar 67 persen di antaranya beragama Islam. Dengan potensi destinasi yang sangat beragam, kami berupaya mengoptimalkan pengembangan wisata ramah Muslim melalui pemetaan indikator yang melibatkan pemerintah serta pemangku kepentingan terkait,” ujar Iendra Sofyan, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, strategi 5A yang diterapkan mencakup aspek administration atau tata kelola dan perizinan yang memberikan jaminan kenyamanan bagi wisatawan, kemudian attraction yang memanfaatkan potensi alam dan budaya daerah.

Selanjutnya adalah access, yang didukung infrastruktur transportasi seperti jaringan jalan tol serta keberadaan kereta cepat di Jawa Barat. Komponen berikutnya adalah amenity, yakni penyediaan fasilitas pendukung bagi wisatawan Muslim, serta advertising sebagai sarana promosi destinasi.

Melalui forum internasional tersebut, Disparbud Jawa Barat juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai negara dalam pengembangan wisata ramah Muslim. Iendra menegaskan komitmen Jawa Barat untuk terus meningkatkan kualitas layanan pariwisata, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Baca juga: WIITEX 2026 Resmi Berakhir, Jawa Barat Catat Transaksi Rp25 Miliar

“Kolaborasi dalam promosi menjadi hal yang penting, mengingat mayoritas penduduk di kawasan Asia adalah Muslim. Dengan langkah bersama, kita dapat memperkuat daya tarik wisata lintas negara,” tambahnya.

Halal in Travel Global Summit sendiri merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh CrescentRating, lembaga konsultan global yang berfokus pada pengembangan wisata ramah Muslim. Forum ini mempertemukan pemangku kepentingan industri pariwisata, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan pakar wisata halal untuk membahas tren, inovasi, serta peluang kerja sama internasional.

Bagi Jawa Barat, keikutsertaan dalam forum tersebut menjadi sarana penting untuk memperluas promosi potensi wisata ramah Muslim, sekaligus memperkuat posisi dalam ekosistem penilaian global seperti Global Muslim Travel Index (GMTI).
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Disparbud Jabar

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jabar Raih Perhatian Internasional Lewat Strategi Pengembangan Wisata Ramah Muslim

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!