JAWA BARAT - Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Kesehatan menggelar vaksinasi meningitis dan polio bagi calon jemaah haji di Gedung Wibawa Mukti, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, pada Kamis (26/3/2026). Kegiatan yang dimulai sejak pagi berlangsung tertib dengan partisipasi tinggi dari para calon jemaah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Arif Kurnia, menyampaikan bahwa vaksinasi ini merupakan langkah penting untuk menjaga kondisi kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah haji, khususnya dalam menghadapi potensi penyakit menular di tingkat global.
Ia menjelaskan, pemberian vaksin meningitis dan polio bertujuan melindungi jemaah dari risiko penularan penyakit selama berada di Arab Saudi, mengingat rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima serta aktivitas yang padat. “Vaksin ini penting agar calon jemaah terhindar dari penyakit meningitis dan polio, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, Arif juga mengingatkan pentingnya kesiapan fisik. Aktivitas seperti berjalan jauh dan pelaksanaan lempar jumrah membutuhkan stamina yang baik, sehingga jemaah diimbau mulai mempersiapkan diri sejak dini, misalnya dengan rutin berolahraga ringan.
Baca juga: DLH Kabupaten Bekasi Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Sampah Lebaran 2026
Ia menambahkan, seluruh pihak juga berharap agar proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar, sehingga para jemaah dapat kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bekasi, dr. Irfan Maulana, menyebutkan bahwa vaksinasi ini ditujukan bagi sekitar 3.300 calon jemaah haji yang akan diberangkatkan pada musim haji tahun ini.
Pelaksanaan vaksinasi dijadwalkan berlangsung mulai 26 Maret hingga 1 April 2026, dengan jumlah peserta harian sekitar 500 hingga 700 orang. Pengaturan jadwal dilakukan secara bertahap untuk menjaga kelancaran pelayanan dan menghindari penumpukan.
Ia menjelaskan, vaksinasi ini merupakan tahapan lanjutan setelah pemeriksaan kesehatan yang telah dimulai sejak November 2025, termasuk penentuan istitha’ah bagi calon jemaah.
Setelah tahap vaksinasi, akan dilakukan pemeriksaan lanjutan, seperti pemeriksaan kehamilan bagi jemaah perempuan usia subur, guna memastikan seluruh persyaratan kesehatan terpenuhi sebelum keberangkatan.
Pada musim haji tahun ini, Kabupaten Bekasi dijadwalkan memberangkatkan sekitar tujuh kloter penuh dan satu kloter campuran melalui Bandara Kertajati, Majalengka.
Baca juga: DPRD Bekasi Nilai Pembayaran THR 2026 di Perusahaan Berjalan Kondusif
Untuk mendukung pelayanan, Dinas Kesehatan juga menyiapkan 12 tenaga kesehatan kloter serta pendamping dari daerah guna memastikan jemaah, termasuk lanjut usia, mendapatkan layanan kesehatan yang optimal selama di Tanah Suci.
Pihaknya mengimbau para calon jemaah untuk menjaga kondisi tubuh menjelang keberangkatan dengan cukup beristirahat dan mengatur aktivitas. Jemaah juga diingatkan untuk membawa obat-obatan pribadi sebagai kebutuhan selama menjalankan ibadah haji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Bekasi