JAWA BARAT - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengonfirmasi satu pasien keracunan jamur bernama Wahyu meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU, Kamis malam.
Humas RSUD Sayang Cianjur, Raya Sandi, menyampaikan bahwa pasien mengembuskan napas terakhir pada pukul 18.44 WIB. Sejak pertama kali dirujuk ke rumah sakit, korban telah mendapatkan penanganan maksimal dari tim medis dalam kondisi tidak sadar.
“Pasien atas nama Wahyu dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 18.44 WIB. Saat ini tim medis masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab kematian, mengingat adanya kemungkinan penyakit penyerta,” ujar Raya Sandi di Cianjur.
Sementara itu, dua pasien lainnya yang turut mengalami keracunan masih menjalani perawatan di RSUD Sayang Cianjur dengan kondisi yang berangsur membaik dan terus dipantau oleh tenaga kesehatan.
Baca juga: Seluruh Puskesmas di Cianjur Disiagakan untuk Antisipasi Varian Influenza
“Saat ini tersisa dua orang yang masih dirawat. Satu pasien lainnya telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang pada pagi hari,” tambahnya.
Sebelumnya, empat orang yang merupakan satu keluarga di Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, mengalami keracunan setelah mengonsumsi jamur liar yang diperoleh dari kawasan hutan. Jamur tersebut diolah dan dikonsumsi sebagai lauk pendamping nasi.
Tak lama setelah menyantap hidangan tersebut, para korban mengeluhkan pusing, mual, muntah, pandangan kabur, serta keringat dingin. Kondisi itu kemudian dilaporkan warga ke Polsek Cikalongkulon.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera mengevakuasi para korban ke RSUD Sayang Cianjur untuk mendapatkan penanganan medis. Salah satu korban, Wahyu, mengalami kondisi paling serius sehingga harus dirawat di ruang ICU.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyampaikan bahwa dari empat korban keracunan, satu orang telah diperbolehkan pulang, sementara tiga lainnya masih menjalani perawatan.
Baca juga: Hadist Keutamaan Bulan Ramadhan
“Dua orang kondisinya terus membaik, sedangkan satu orang sempat berada dalam kondisi cukup parah dan mendapatkan perawatan intensif di ICU. Kami memastikan seluruh pasien memperoleh penanganan medis secara maksimal,” ujarnya.
Bupati juga mengimbau masyarakat Cianjur agar lebih waspada dan tidak sembarangan mengolah maupun mengonsumsi tanaman liar, khususnya jamur yang banyak tumbuh saat musim hujan, serta memastikan bahan pangan yang dikonsumsi aman dan tidak beracun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara