Satpol PP Cianjur Intensifkan Patroli di Zona Merah Jalan Raya Cugenang-Cipanas (Antara Foto)
JAWA BARAT - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memperketat pengawasan di kawasan yang dilarang berjualan di sepanjang Jalan Raya Cugenang-Cipanas, tepatnya di bekas lokasi restoran Sate Sinta Cugenang. Langkah ini dilakukan untuk mencegah risiko yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
Kepala Satpol PP dan Damkar Cianjur, Djoko Purnomo, menyampaikan, pihaknya telah berulang kali menertibkan pedagang yang tetap beraktivitas di zona terlarang. Pemasangan spanduk larangan pun telah dilakukan sebagai bentuk sosialisasi dan peringatan.
“Kami melakukan patroli setiap hari ke kawasan ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Saat terjadi bencana, keberadaan pedagang atau pengendara yang berhenti di zona merah berpotensi membahayakan keselamatan,” ujarnya, Minggu (30/11).
Menurut Djoko, sejumlah pedagang telah menerima surat peringatan, terutama mereka yang berjualan dengan sepeda motor. Beberapa pedagang sebelumnya sempat membuka kios di dekat tebing longsor yang menutup jalan dan permukiman saat gempa tahun 2022.
Selain patroli, petugas juga mengimbau pengendara, khususnya truk dan angkutan barang, untuk tidak berhenti dan mencuci kendaraan di sepanjang jalur bekas Sate Sinta, karena rawan longsor. Dua jadwal patroli disiagakan setiap hari untuk menertibkan pedagang dan memastikan pengendara tetap waspada.
Baca juga: DPRD Jabar Dorong Warga Cianjur Jaga Irigasi dan Dukung Pipanisasi
“Kami akan menindak tegas pedagang yang membandel. Pengendara diimbau berhenti di lokasi yang aman, bukan di area terlarang, meski sepanjang jalur telah dipasang tembok penahan tanah,” tambahnya.
Di sisi lain, sejumlah pedagang mengaku terpaksa berjualan di zona merah karena peluang yang muncul dari banyaknya kendaraan yang berhenti. Farid (35), pedagang kopi keliling, menuturkan bahwa kegiatan tersebut menjadi sumber penghasilan untuk kebutuhan keluarga.
“Sebelum gempa, kami sempat membuka kios tidak jauh dari tembok penahan tanah, yang dikenal sebagai tembok Cianjur Bangkit. Karena banyak kendaraan berhenti, saya melihat peluang berjualan kopi, mie, rokok, dan lain-lain. Memang sering diperingatkan petugas, tapi sulit mencari pekerjaan lain,” ungkap Farid.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara