Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 14:02 WIB

Urban Farming di RW 7 Suka Asih Buktikan Lahan Sempit di Kota Bandung Tetap Produktif

Author

Urban Farming di RW 7 Suka Asih Buktikan Lahan Sempit di Kota Bandung Tetap Produktif

JAWA BARAT - Pemanfaatan ruang terbatas di RW 7 Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, berhasil dikembangkan menjadi kegiatan urban farming yang produktif dan bernilai ekonomi. Program ini mampu menghasilkan pendapatan hingga jutaan rupiah setiap bulan.

Inovasi pertanian perkotaan tersebut mendapat perhatian Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat melakukan monitoring pada Senin, 29 Desember 2025. Urban farming yang dikelola Bara Hidro milik Kartib Bayu bersama warga ini memanfaatkan atap bangunan lantai empat sebagai area tanam, dengan sistem hidroponik dan organik.

Urban Farming di RW 7 Suka Asih Buktikan Lahan Sempit di Kota Bandung Tetap Produktif

Farhan mengapresiasi kreativitas warga yang mampu mengoptimalkan keterbatasan lahan menjadi peluang ekonomi. Menurutnya, kegiatan ini membuktikan bahwa pertanian dapat tumbuh dan berkembang di kawasan perkotaan serta berkontribusi pada ketahanan pangan masyarakat.

Dalam pengelolaannya, Bara Hidro menerapkan dua metode budidaya, yakni hidroponik dan organik dengan pupuk alami hasil olahan sampah organik warga. Program yang berjalan sejak 2023 ini mampu menghasilkan sekitar 160 kilogram sayuran per bulan dengan pendapatan berkisar Rp5–6 juta.

Baca juga: Wali Kota Bandung Tinjau Kondisi Anak Disabilitas di Bojongloa Kaler

Selain meningkatkan ekonomi warga, urban farming RW 7 Suka Asih juga berperan dalam pengelolaan lingkungan melalui pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk, sehingga menciptakan sistem pertanian perkotaan yang berkelanjutan..

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU