Jumat, 21 NOVEMBER 2025 • 14:13 WIB

Ayep Zaki: Sukabumi Menuju Kota dengan Pengangguran Terendah dalam 10 Tahun

Author

Ayep Zaki: Sukabumi Menuju Kota dengan Pengangguran Terendah dalam 10 Tahun

JAWA BARAT - Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan perlunya kolaborasi luas untuk menekan angka pengangguran di wilayahnya. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah menjalin sinergi dengan lembaga pendidikan melalui Pasim Go Migrant Center, yang baru saja diresmikan oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin.

“Dengan keberadaan 17 perguruan tinggi di Sukabumi, kami ingin bergerak bersama menghadapi persoalan pengangguran. Kehadiran Pasim Go Migrant Center menjadi bukti nyata upaya tersebut,” ujar Ayep Zaki, sebagaimana disampaikan Kementerian P2MI dari Jakarta, Jumat.

Peresmian Pasim Go Migrant Center dilaksanakan pada Kamis (20/11) di Jalan Balandongan, Sudajaya Hilir, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian P2MI, SMK Pasim Plus, dan Universitas Nasional Pasim Bandung terkait penyiapan lulusan untuk bekerja di luar negeri dengan penguasaan bahasa asing yang memadai.

Baca juga: Job Fair Bandung Diminati, Layanan Konseling Karier Diserbu Pencari Kerja

Wali Kota Sukabumi menyampaikan apresiasi terhadap hadirnya pusat pelatihan tersebut, yang dinilainya mampu menjadi ruang sosialisasi, pengembangan kompetensi, serta pendidikan bahasa bagi calon tenaga kerja migran.

Ayep Zaki mengungkapkan bahwa saat ini Kota Sukabumi memiliki sekitar 15 ribu pengangguran, atau sekitar empat persen dari total penduduk yang mencapai 370 ribu jiwa. Ia juga memastikan akan menghidupkan kembali Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas yang hampir sepuluh tahun tidak beroperasi.

“Pada tanggal 2 bulan depan, saya akan menemui Pak Menteri untuk membahas reaktivasi BLK tersebut,” tuturnya.

Ia menargetkan dalam kurun lima hingga sepuluh tahun mendatang, Sukabumi dapat menjadi kota dengan tingkat pengangguran terendah di Indonesia, sekaligus membuka akses kerja bagi penyandang disabilitas maupun warga yang tidak memiliki ijazah formal.

Baca juga: Pemkot Bandung Gelar Job Fair, Sediakan 10.278 Lowongan dari 45 Perusahaan

“Kami ingin mewujudkan Sukabumi sebagai Kota Bercahaya, bagian dari komitmen menuju Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur,” tambahnya.

Dengan hadirnya Pasim Go Migrant Center, Sukabumi kini memiliki pusat pelatihan pekerja migran yang terintegrasi dengan kebijakan nasional. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi solusi strategis dalam menekan pengangguran sekaligus membantu pengurangan kemiskinan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU