JAWA BARAT - Kegiatan Job Fair di Kecamatan Antapani menjadi penutup rangkaian pelaksanaan bursa kerja yang digelar di tiga kecamatan tahun ini. Sebelumnya, kegiatan serupa juga terlaksana di Kecamatan Arcamanik dan Kiaracondong.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung, Andri Darusman, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Erwin dalam mewujudkan Job Fair di seluruh 30 kecamatan secara bertahap selama lima tahun ke depan.
Langkah ini, kata Andri, menjadi strategi nyata untuk menekan angka pengangguran terbuka di Kota Bandung yang saat ini tercatat sebesar 7,4 persen atau sekitar 100.300 orang.
“Kami berharap kegiatan ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Tahun ini baru tiga kecamatan, dan tahun depan ditargetkan bertambah menjadi lima hingga enam kecamatan. Dengan upaya ini, kami optimis tingkat pengangguran bisa turun setidaknya satu persen,” ujar Andri.
Selain Job Fair, Disnaker juga menjalankan sejumlah program pendukung ketenagakerjaan, seperti pelatihan keterampilan bagi 15.000 warga, program padat karya, serta pemagangan di berbagai sektor industri.
Baca juga: Wali Kota Bandung Dorong Setiap RW Miliki Petugas Pemilah Sampah
Job Fair kali ini juga dirancang dengan konsep jemput bola layanan publik, di mana masyarakat dapat mengakses beragam fasilitas secara langsung di lokasi acara. Di antaranya layanan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, pemeriksaan kesehatan gratis, perekaman e-KTP pemula (Mepeling), aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), gerakan pangan murah, serta bazaar UMKM yang diikuti oleh 52 pelaku usaha lokal Antapani.
“Kami ingin kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang mencari kerja, tapi juga ruang kolaborasi. Di sini warga bisa mengakses berbagai layanan publik, pelatihan, hingga peluang usaha dalam satu tempat,” tambahnya.
Pelaksanaan Job Fair dilakukan secara hibrid, menggabungkan sistem tatap muka dan daring melalui aplikasi New Bima dan Nyari Gawe milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dengan sistem tersebut, masyarakat tetap bisa melamar pekerjaan secara online tanpa harus hadir langsung di lokasi.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari kalangan legislatif. Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Aswan Asep Wawan, menilai pelaksanaan Job Fair memiliki peran penting dalam mengurangi pengangguran sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah Disnaker yang terus hadir di tengah masyarakat. Tahun ini memang baru terlaksana di tiga kecamatan, namun kami akan mendorong agar kegiatan ini menjangkau seluruh kecamatan di tahun-tahun berikutnya,” ujar Aswan.
Baca juga: Pemkot Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Fokus pada Kemandirian Warga
DPRD, lanjutnya, juga telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp100 miliar untuk memperkuat program ketenagakerjaan pada tahun 2026, termasuk di dalamnya pelatihan dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Camat Antapani, Atang Rahmat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah kecamatan dan Disnaker dalam memperluas peluang ekonomi warga.
“Selain membantu pencari kerja, kegiatan ini juga menjadi ajang promosi bagi pelaku UMKM di Antapani. Kami berkolaborasi dengan berbagai dinas, seperti Disdukcapil dan Dinas Ketahanan Pangan, agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan langsung di lokasi,” jelas Atang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Bandung