JAWA BARAT - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada 2025 mengalokasikan anggaran sebesar Rp56 miliar untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan.
Kepala Disdik Majalengka, Muhamad Umar Ma’ruf, mengatakan dana tersebut diarahkan untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
“Anggaran ini difokuskan pada rehabilitasi sekolah-sekolah yang kondisinya rusak berat,” ujarnya di Majalengka, Minggu (12/9).
Program revitalisasi meliputi perbaikan ruang kelas hingga fasilitas pendukung lain yang dinilai tidak layak digunakan. Tercatat, ada 52 sekolah yang akan mendapatkan perbaikan, terdiri atas 28 sekolah dasar (SD), 21 sekolah menengah pertama (SMP), serta dua taman kanak-kanak (TK).
“Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap,” kata Umar.
Selain program perbaikan sekolah, Pemerintah Kabupaten Majalengka juga menambah alokasi anggaran untuk kesejahteraan guru. Bentuk dukungan tersebut diberikan melalui insentif tambahan sebesar Rp300 ribu per triwulan di luar tunjangan sertifikasi.
“Kami ingin memberikan penghargaan kepada tenaga pendidik atas peran mereka dalam peningkatan kualitas pendidikan,” jelas Umar.
Ia menegaskan, komitmen pemerintah daerah tidak hanya pada perbaikan infrastruktur pendidikan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan guru sebagai bagian dari upaya memperkuat mutu pendidikan di Majalengka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA