Jumat, 08 AGUSTUS 2025 • 16:35 WIB

Bandung Catat Sejarah, Jadi Tuan Rumah Konvensi Sains Terbesar di Indonesia

Author

Bandung Catat Sejarah, Jadi Tuan Rumah Konvensi Sains Terbesar di Indonesia (Pemkot Bandung)

JAWA BARAT - Bandung resmi menjadi tuan rumah perhelatan Konvensi Nasional Sains dan Teknologi Indonesia (KSTI) 2025 yang dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB pada Kamis, 7 Agustus 2025.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Bandung sebagai penyelenggara ajang ilmiah berskala besar ini. Ia menyebut, kehadiran ribuan peserta dari kalangan peneliti, akademisi, hingga mahasiswa doktoral menjadi momentum penting untuk mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran segar yang dapat diimplementasikan dalam kebijakan publik.

“Ini merupakan kesempatan yang luar biasa bagi Kota Bandung. Selama tiga hari kita akan menjadi bagian dari forum yang menghimpun begitu banyak gagasan, yang saya harap dapat dikembangkan menjadi kebijakan berbasis data dan kajian ilmiah,” ujar Farhan.

Dalam pidato pembukaannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya keterlibatan kalangan intelektual dalam proses perumusan kebijakan negara. Ia menggaris bawahi perlunya sistem ekonomi yang tidak hanya konstitusional, tetapi juga berpihak pada keadilan sosial dan berlandaskan sains.

“Pak Presiden menyampaikan bahwa kita harus mengoptimalkan kehadiran para ahli di forum ini demi kemajuan bangsa. Beliau menekankan pentingnya ekonomi konstitusional di mana pemerintah tetap memainkan peran penting, namun sektor swasta juga diberi ruang. Yang utama, semua kebijakan harus berdasar pada bukti ilmiah,” jelas Farhan.

Meski tidak mengulas proyek atau investasi secara spesifik, Presiden, menurut Farhan, menyampaikan pesan yang tegas mengenai arah pembangunan nasional yang mesti dilandasi kajian akademik yang kredibel.

“Beliau tidak menyebut hal-hal teknis secara rinci, tetapi arahnya jelas: semua keputusan strategis harus melalui proses yang berbasis riset. Di sinilah kerja sama antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi sangat vital,” lanjutnya.

Farhan juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Bandung secara konsisten menjalin kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi dalam pengembangan kebijakan di berbagai bidang, mulai dari pengelolaan lingkungan hingga digitalisasi pelayanan publik.

Baca juga: Menepi Sejenak di Bandung: 7 Destinasi Tersembunyi yang Menyajikan Kedamaian Alam

“Kami bersyukur, kerja sama dengan banyak perguruan tinggi selama ini telah menghasilkan dampak yang sangat positif,” tambahnya.

Konvensi ini diikuti oleh lebih dari 2.200 peneliti aktif, 401 rektor, 351 dosen dari wilayah Jawa Barat dan Jakarta, serta 171 mahasiswa program doktoral dan 150 guru besar. Tak hanya kalangan akademik, kegiatan ini juga dihadiri oleh sekitar 250 peserta dari kementerian, BUMN, dan sektor industri.

Bandung Catat Sejarah, Jadi Tuan Rumah Konvensi Sains Terbesar di Indonesia (Pemkot Bandung)

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyebut konvensi ini merupakan arahan langsung Presiden sebagai upaya menyinergikan kekuatan sains nasional untuk pembangunan masa depan.

“Kami menargetkan dalam tiga hari ini, peta jalan riset dan inovasi Indonesia dapat disusun secara komprehensif,” ujarnya.

KSTI 2025 mengangkat tema “Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi Melalui Penguasaan Sains dan Teknologi”, dengan delapan sektor strategis sebagai fokus utama: ketahanan pangan, energi, kesehatan, pertahanan, kemaritiman, hilirisasi dan industrialisasi, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), serta material dan manufaktur maju.

Baca juga: Wakil Wali Kota Bandung Tekankan Peran Strategis RT dan RW dalam Pembangunan Kota

Seluruh topik tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan nasional dalam membangun kemandirian teknologi dan memperkuat daya saing di kancah global.

Konvensi selama tiga hari ini akan diisi dengan berbagai sesi diskusi strategis, termasuk panel lintas sektor, pertemuan tingkat tinggi bersama kementerian dan lembaga, berbagi wawasan dari penerima Nobel serta akademisi internasional, hingga pameran hasil riset dan inovasi dari berbagai sektor industri.

Sebagai bagian dari agenda, penyelenggara juga akan mengumumkan penerima BRIN Award sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi terbaik di bidang riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU