Sabtu, 26 JULI 2025 • 12:55 WIB

Pemkot Bandung Bahas Peluang Kerja Sama Pengolahan Sampah dengan Perusahaan Tiongkok

Author

Pemkot Bandung Bahas Peluang Kerja Sama Pengolahan Sampah dengan Perusahaan Tiongkok ( Pemkot Bandung )

JAWA BARAT - Pemerintah Kota Bandung tengah menjajaki kemungkinan kolaborasi dalam pengelolaan sampah dengan Qinglv Environment, perusahaan teknologi lingkungan asal Tiongkok yang telah berpengalaman dalam pengolahan limbah perkotaan.

Salah satu teknologi yang ditawarkan Qinglv adalah mini sorting plant, fasilitas penyortiran sampah yang diklaim mampu menangani hingga 100 ton per hari di atas lahan hanya seluas 1.600 meter persegi. Teknologi ini dinilai relevan dengan kondisi Bandung yang menghadapi keterbatasan ruang dan volume sampah yang tinggi.

Ketua Qinglv Environment, Wu Jianyang, menjelaskan bahwa perusahaannya telah aktif mengembangkan solusi pengelolaan sampah sejak 2009, dengan proyek yang tersebar di berbagai wilayah di Tiongkok, termasuk di kota besar seperti Guangzhou.

Baca juga: Harga Sejumlah Komoditas Pangan Terpantau Turun, Beras Premium Sedikit Menguat

“Kami fokus pada solusi pengolahan sampah kota, dan telah menerapkan sistem kami di berbagai kawasan padat penduduk,” ujar Wu saat melakukan kunjungan ke Balai Kota Bandung, Jumat (25/7/2025).

Wu juga menekankan bahwa teknologi yang dikembangkan perusahaannya mampu bekerja secara efisien di lahan terbatas, serta mengintegrasikan sistem pemilahan otomatis, kecerdasan buatan, hingga produksi mesin mandiri. Salah satu fasilitas mereka di Guangzhou berhasil mencapai tingkat pemanfaatan ulang material hingga 90 persen.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai teknologi tersebut memiliki potensi besar untuk diterapkan di Bandung sebagai bagian dari strategi pengelolaan sampah yang lebih adaptif dan sesuai dengan keterbatasan wilayah.

Pemkot Bandung Bahas Peluang Kerja Sama Pengolahan Sampah dengan Perusahaan Tiongkok ( Pemkot Bandung )

“Dengan kapasitas 100 ton per hari dan jejak lahan yang relatif kecil, ini menjadi opsi yang menarik untuk kota seperti Bandung,” ujarnya.

Farhan menegaskan bahwa Pemkot tidak berencana mengandalkan teknologi waste-to-energy seperti yang diterapkan di beberapa kota lain. Sebagai gantinya, ia mendorong pengembangan ekosistem pengelolaan sampah yang lebih terbuka dan beragam.

“Kami tidak ingin hanya bergantung pada satu pendekatan besar. Bandung butuh solusi yang cepat diterapkan, bisa dikembangkan secara bertahap, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam diskusi tersebut, turut dibahas berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, termasuk rendahnya kualitas limbah plastik dan permasalahan teknis seperti air lindi dari kendaraan pengangkut sampah. Wu menjelaskan bahwa meskipun sistem mereka tidak memerlukan proses pengeringan, pembersihan plastik tetap menjadi tahapan penting sebelum daur ulang dilakukan.

Baca juga: Plt Kepala BPS Jabar Soroti Dampak Beras Oplosan terhadap Kemiskinan Perkotaan

Qinglv juga memperkenalkan alternatif lain dalam pemanfaatan sampah, seperti konversi menjadi bahan bakar industri (Solid Industrial Fuel/SIF) serta pembuatan kompos, selain menjual material daur ulang yang telah disortir.

Sebagai bagian dari kunjungannya, delegasi Qinglv dijadwalkan meninjau langsung sejumlah fasilitas pengelolaan sampah di Bandung, di antaranya Cicukang Holis, Gedebage, Tegalega, dan Nyengseret. Peninjauan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan dan menyesuaikan solusi yang mungkin diterapkan.

Dengan jumlah sampah yang dihasilkan mencapai sekitar 1.800 ton per hari, Farhan berharap kerja sama ini dapat mendorong terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, bersih, dan memberi dampak positif bagi masyarakat.

“Kita sedang membangun fondasi ekosistem baru. Jika kolaborasi ini dapat memberi masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya, saya percaya itu layak kita perjuangkan,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU