Selasa, 21 JULI 2026 • 13:43 WIB

Pemprov Jabar Dorong Psikolog Klinis Turun ke 5.312 Desa Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa

Author

Pemprov Jabar Dorong Psikolog Klinis Turun ke 5.312 Desa Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa (Antara Foto)

JAWA BARAT - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong ribuan psikolog klinis untuk lebih aktif menjangkau masyarakat dengan turun langsung ke 5.312 desa di seluruh wilayah Jawa Barat. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi meningkatnya persoalan kesehatan jiwa yang dipicu oleh tekanan ekonomi di tengah masyarakat.

Kebijakan jemput bola ini dinilai penting mengingat kondisi sosial di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat masih dihadapkan pada tantangan berupa angka kemiskinan sebesar 6,78 persen dan tingkat pengangguran terbuka yang mencapai 6,64 persen.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan bahwa psikolog klinis tidak dapat hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas layanan kesehatan. Menurutnya, tenaga psikolog harus hadir langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan yang proaktif.

"Psikolog klinis bukan menunggu masyarakat datang, tidak bisa. Psikolog klinis yang harus datang ke masyarakat, keliling jemput bola, makanya kompetensi psikolog klinis menjadi sangat relevan, bukan untuk mencari zona nyaman," ujar Herman dalam keterangannya di Bandung, Senin.

Untuk mendukung percepatan program tersebut, Pemprov Jabar juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan melalui Workshop Penguatan Kompetensi Psikolog Klinis yang diselenggarakan di UPTD Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Jawa Barat. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan tenaga psikolog dalam mendeteksi dan menangani persoalan kesehatan mental, termasuk depresi, sejak tahap awal di lingkungan masyarakat.

Di sisi lain, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Samantha Dewi Erwan Setiawan menilai peningkatan kompetensi psikolog perlu diiringi dengan penguatan peran mereka sebagai pembimbing klinis di lapangan. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan standar pelayanan kesehatan jiwa yang lebih merata antara puskesmas di kabupaten/kota dengan rumah sakit rujukan.

Baca juga: Kasus Judi Online Rp96 Miliar Terbongkar, Polda Jabar Amankan 11 Tersangka dan Tetapkan Satu DPO

"Semoga acara ini membawa manfaat bagi kita semua, khususnya bagi ibu dan bapak yang menjadi perwakilan di rumah sakit dan puskesmas kabupaten/kota di Jawa Barat," kata Samantha.

Sementara itu, Ketua Kolegium Psikologi Klinis Indria Laksmi Gamayanti mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dinilai berhasil mendorong integrasi layanan psikologi klinis hingga tingkat puskesmas secara sistematis dan berkelanjutan.

Menurut Indria, pelaksanaan berbagai program pelatihan akan semakin memperkuat kesiapan para psikolog dalam menjalankan tugasnya sekaligus mendekatkan pelayanan kesehatan mental kepada masyarakat.

"Melalui berbagai pelatihan, para psikolog diharapkan semakin siap menjalankan perannya dan semakin dekat dengan masyarakat," ujar Indria.

Ia optimistis peningkatan kompetensi yang dilakukan secara berkala akan memperkuat kemampuan para praktisi kesehatan mental dalam menghadapi beragam persoalan sosial di Jawa Barat dengan pendekatan yang responsif, humanis, dan profesional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU