Selasa, 30 JUNI 2026 • 13:16 WIB

Dedi Mulyadi Ingin Paguron Kriya Hadir di Jabar untuk Cetak Generasi Penerus Perajin

Author

Dedi Mulyadi Ingin Paguron Kriya Hadir di Jabar untuk Cetak Generasi Penerus Perajin

JAWA BARAT - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan langkah untuk menjaga keberlangsungan berbagai kerajinan tradisional melalui pembentukan pusat pembelajaran bertajuk Paguron. Selain itu, pemerintah juga berencana memberikan insentif bulanan kepada para maestro kriya agar dapat terus mewariskan keahlian mereka kepada generasi berikutnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan kebijakan tersebut disiapkan sebagai respons atas semakin berkurangnya minat generasi muda untuk menekuni sejumlah bidang kerajinan tradisional. Kondisi itu terlihat pada berbagai sektor, seperti seni anyaman di Tasikmalaya dan Garut, serta seni ukir, pahat, lukis, hingga batik tulis di sejumlah daerah di Jawa Barat.

"Saya sudah minta kumpulkan para pembatik, beri mereka gaji setiap bulan yang cukup untuk mengajarkan membatik. Begitu juga untuk ukiran, lukisan, masakan tradisional, sampai anyaman agar keahliannya tidak putus," ujar Dedi saat menghadiri gelaran Sunda Karsa Fest Karya Kreatif Jawa Barat 2026 di Bandung, Senin.

Melalui skema tersebut, para maestro kerajinan akan mendapatkan dukungan pembiayaan sekaligus bertugas membimbing masyarakat melalui lembaga pembelajaran nonformal, seperti Paguron Batik, Paguron Anyaman, Paguron Ukir, dan Paguron Lukis. Program ini diharapkan menjadi sarana transfer pengetahuan serta keterampilan kepada generasi penerus.

Baca juga: Erwan Setiawan: Inovasi dan Digitalisasi Jadi Kunci Kemajuan Industri Kriya Jawa Barat

Pada kesempatan yang sama, Dedi menilai penyelenggaraan Sunda Karsa Fest Karya Kreatif Jawa Barat 2026 tidak hanya berperan dalam menjaga keberlanjutan warisan keterampilan tradisional, tetapi juga menjadi wadah untuk mengevaluasi perkembangan dan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pasar domestik.

"Acara ini yang diselenggarakan BI dengan Dekranasda Provinsi Jabar, ini merupakan bagian dari mengevaluasi perkembangan UMKM, sekaligus juga mempromosikan, sehingga nanti semua orang akan merasa memiliki kepercayaan diri yang kuat bahwa UMKM itu merupakan bagian terpenting dalam sistem ekonomi yang terbangun di Jabar," katanya.

Lebih lanjut, Dedi mengusulkan agar penyelenggaraan pameran dan festival terpadu seperti Sunda Karsa Fest tidak hanya dipusatkan di Kota Bandung. Menurutnya, kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara bergilir di seluruh 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat guna mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi kreatif di berbagai daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU