JAWA BARAT - Deteksi dini masih menjadi faktor krusial dalam meningkatkan peluang keberhasilan penanganan kanker. Pesan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Sonata Talkshow bertajuk “Bandung Menuju Kota Tanggap Kanker: Kolaborasi Pemerintah, Tenaga Kesehatan, dan Masyarakat” yang disiarkan secara langsung melalui Sonata Kota Bandung pada Rabu, 24 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, dr. Agung Firmansyah Sumantri, Sp.PD., KHOM., MMRS., FINASIM, serta Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Dadan Mulyana Kosasih, SpDLP., PhD.
Dalam pemaparannya, Agung menjelaskan bahwa tidak seluruh tumor dapat dikategorikan sebagai kanker. Menurutnya, tumor merupakan pertumbuhan sel yang tidak normal, sedangkan kanker adalah tumor yang bersifat ganas.
“Secara umum terdapat tumor jinak dan tumor ganas. Sel yang tumbuh tidak normal disebut tumor, sedangkan yang bersifat ganas itulah yang dikenal sebagai kanker,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan terapi kanker sangat bergantung pada tahap penyakit saat pertama kali terdeteksi. Semakin dini kanker ditemukan, semakin besar pula peluang pasien untuk sembuh dan bertahan hidup.
“Jika kanker ditemukan pada stadium awal, hasil pengobatan akan jauh lebih baik dibandingkan ketika sudah memasuki stadium lanjut. Harapan hidup pasien pun menjadi lebih tinggi,” kata Agung.
Baca juga: Disdagin Bandung Terus Awasi Harga Pangan, Program Pasar Murah Berlanjut September Mendatang
Pada kesempatan yang sama, Dadan menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan telah menyediakan berbagai layanan skrining kanker yang dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa biaya di fasilitas kesehatan tingkat pertama, khususnya puskesmas.
Untuk deteksi dini kanker serviks, masyarakat dapat mengakses pemeriksaan IVA Test maupun HPV DNA yang kini telah menjadi bagian dari program pemerintah. Sementara itu, upaya deteksi kanker payudara dapat dilakukan melalui Sadari (Periksa Payudara Sendiri) dan Sadanis (Pemeriksaan Payudara Klinis oleh tenaga kesehatan).
“Seluruh puskesmas di Kota Bandung telah memiliki layanan pemeriksaan yang mendukung deteksi dini kanker payudara. Bahkan sebanyak 60 puskesmas sudah dilengkapi kemampuan pemeriksaan USG payudara untuk membantu memastikan adanya benjolan yang perlu ditindaklanjuti,” jelasnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Bandung juga menjalankan skrining kanker pada anak melalui kuesioner yang telah terintegrasi dalam sistem pelayanan kesehatan. Pemeriksaan hepatitis B dan hepatitis C sebagai faktor risiko kanker hati, serta tes darah samar pada feses untuk mendeteksi kanker kolorektal, juga menjadi bagian dari layanan yang tersedia.
Dadan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah disediakan pemerintah karena berbagai pemeriksaan skrining kanker telah terintegrasi di dalamnya.
Baca juga: Lonjakan Wisatawan Dorong Kebutuhan Pangan, Pemkot Bandung Perkuat Pasokan dan Distribusi
“Seluruh sarana dan fasilitas telah tersedia. Masyarakat hanya perlu datang dan memanfaatkannya. Semakin cepat kanker ditemukan, semakin besar peluang kesembuhannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, hampir seluruh jenis kanker memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi apabila berhasil didiagnosis pada stadium awal.
“Jika ditemukan sejak dini, angka kesembuhan berbagai jenis kanker dapat mencapai lebih dari 90 persen. Tantangan utamanya adalah bagaimana penyakit tersebut bisa terdeteksi sedini mungkin,” kata Dadan.
Selain penguatan deteksi dini, langkah pencegahan juga terus dilakukan melalui program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) yang terbukti efektif dalam menekan risiko kanker leher rahim. Saat ini vaksin HPV telah masuk dalam program imunisasi nasional dan diberikan secara gratis kepada siswi pada jenjang pendidikan yang telah ditetapkan pemerintah.
Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, legislatif, dan masyarakat, Kota Bandung terus berupaya meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan angka kesembuhan sekaligus menjaga kualitas hidup masyarakat.
“Jangan menunggu munculnya keluhan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Deteksi dini merupakan investasi penting yang dapat menyelamatkan nyawa,” tutur Dadan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Bandung