JAWA BARAT - Sebagai momentum dimulainya tahun ajaran baru, pemerintah diharapkan memastikan tidak ada anak yang kehilangan akses terhadap pendidikan. Setiap anak Indonesia harus mendapatkan kesempatan untuk menuntaskan program wajib belajar selama 12 tahun.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Aten Munajat, di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu. Menurutnya, kehadiran negara harus diwujudkan melalui jaminan pemenuhan hak pendidikan bagi seluruh anak hingga menyelesaikan pendidikan menengah.
"Negara hadir untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan hingga tuntas minimal 12 tahun," ujar Aten.
Ia menjelaskan, Komisi V DPRD Jawa Barat yang membidangi urusan pendidikan terus melakukan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan layanan pendidikan, termasuk pada momentum pergantian tahun ajaran dan kenaikan jenjang sekolah seperti saat ini.
Aten menilai, keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata ditentukan oleh capaian pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, akses terhadap pendidikan yang merata juga menjadi indikator penting dalam mengukur kualitas pembangunan.
Baca juga: Disdik Jabar Jamin 77 Ribu Calon Murid Tak Tertampung di Negeri Difasilitasi ke Sekolah Swasta
Dari sudut pandang pendidikan, lanjut dia, keberhasilan sebuah daerah dapat dilihat dari banyaknya anak usia sekolah yang mampu menyelesaikan pendidikan hingga tingkat menengah, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidupnya di masa depan.
"Keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari seberapa banyak anak-anak yang mampu menyelesaikan pendidikan menengah dan memiliki kesempatan memperbaiki kehidupannya," kata Aten.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun 2025, masih terdapat sekitar 2,9 juta anak tidak sekolah (ATS) berusia 7 hingga 18 tahun di Indonesia. Jumlah terbesar berasal dari kelompok usia 16–18 tahun atau setara jenjang SMA/SMK yang mencapai lebih dari 2 juta anak.
Karena itu, Aten berharap tidak ada anak yang kehilangan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik akibat kendala ekonomi, jauhnya akses menuju sekolah, maupun keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan. "Tidak boleh ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena kemiskinan, jarak sekolah yang jauh, atau keterbatasan fasilitas," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara