JAWA BARAT - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mengungkapkan masih banyak perlintasan sebidang di wilayahnya yang belum dilengkapi penjagaan. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor meningkatnya risiko kecelakaan, terutama akibat rendahnya disiplin pengguna jalan.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa dari total 342 perlintasan sebidang, hanya 115 titik yang telah dilengkapi palang pintu resmi dan dijaga petugas bersertifikat. Sementara itu, sebanyak 227 titik lainnya belum memiliki penjagaan, sehingga memerlukan kewaspadaan ekstra dari masyarakat.
Ia menegaskan bahwa perlintasan sebidang merupakan titik pertemuan antara jalur kereta api dan jalan raya yang memiliki potensi risiko tinggi. Oleh karena itu, pengguna jalan diimbau untuk selalu berhenti sejenak, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan kondisi aman sebelum melintas.
Berdasarkan data KAI, sepanjang 2025 tercatat 11 kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua dan tiga kejadian pada kendaraan roda empat di perlintasan sebidang. Sementara pada triwulan pertama 2026, telah terjadi tiga insiden yang melibatkan kendaraan roda dua.
Baca juga: Ratusan Ribu Anak Tak Sekolah, Dedi Mulyadi Dorong Aksi Jemput Bola
Menurut Kuswardojo, sebagian besar kecelakaan dipicu oleh perilaku pengguna jalan yang nekat menerobos palang pintu atau tidak mematuhi rambu yang ada. Ia mengingatkan bahwa sesuai ketentuan perundang-undangan, perjalanan kereta api harus diprioritaskan, terutama saat sirene berbunyi atau palang pintu mulai ditutup.
Selain di perlintasan, KAI juga mencatat tingginya angka kecelakaan yang melibatkan masyarakat di jalur rel. Sepanjang 2025 tercatat 51 kejadian, sementara hingga Maret 2026 terdapat 14 kasus serupa. Hal ini menunjukkan masih adanya aktivitas warga di sekitar rel yang berpotensi membahayakan.
Ia menegaskan bahwa jalur rel bukanlah area untuk beraktivitas selain operasional kereta api. Namun, masih ditemukan warga yang berjalan, berhenti, bahkan menempatkan kendaraan di dekat rel.
Sebagai langkah pencegahan, KAI Daop 2 Bandung menggencarkan upaya edukasi dengan melibatkan komunitas pecinta kereta api. Sosialisasi dilakukan secara langsung ke sekolah maupun permukiman di sepanjang jalur rel guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan.
Baca juga: Jalan Diponegoro Ditutup Sebagian, Ini Skema Rekayasa Lalu Lintas di Bandung
Melalui upaya tersebut, diharapkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas di perlintasan kereta api dapat meningkat, sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara