Dari Lahir hingga Wafat, Layanan Adminduk Bandung Kini Terhubung dalam Satu Sistem
JAWA BARAT - Pemerintah Kota Bandung terus mendorong integrasi layanan administrasi kepKota Bandung
endudukan agar lebih selaras dengan kebutuhan masyarakat. Layanan yang sebelumnya bersifat terpusat di kantor kini dirancang mengikuti setiap fase kehidupan warga, mulai dari kelahiran hingga kematian.
Berdasarkan Survei Teropong Daerah yang dilakukan Litbang Kompas pada 23 Februari hingga 3 Maret 2026, tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan ini mencapai 84,3 persen. Capaian tersebut mencerminkan perbaikan pada aspek kecepatan, kemudahan, serta pengurangan proses berulang dalam pengurusan dokumen.
Perubahan signifikan terlihat pada mekanisme pelayanan yang kini lebih terintegrasi dengan berbagai peristiwa penting. Pada tahap awal kehidupan, pencatatan dilakukan melalui program Pelana (Pelayanan Adminduk di Tempat Persalinan). Melalui kerja sama dengan 102 fasilitas kesehatan, yang terdiri atas praktik mandiri bidan, puskesmas, rumah sakit, dan klinik, orang tua dapat langsung memperoleh dokumen seperti Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak saat proses persalinan berlangsung.
Memasuki fase pernikahan, pembaruan data kependudukan difasilitasi melalui program Kompak Kang yang berkolaborasi dengan Kantor Urusan Agama di 30 kecamatan. Melalui skema ini, perubahan dokumen dapat dilakukan bersamaan dengan pencatatan pernikahan tanpa prosedur terpisah.
Baca juga: Rem Diduga Blong, Truk Tangki Tabrak Motor di Bandung Barat, Satu Tewas
Sementara itu, pembaruan data akibat perubahan status keluarga juga dipermudah melalui program Siap Pa, yang terintegrasi dengan Pengadilan Agama. Setelah putusan pengadilan diterbitkan, dokumen kependudukan dapat langsung disesuaikan tanpa tahapan tambahan.
Untuk fase akhir kehidupan, program Pelita Hati memberikan kemudahan dalam pengurusan akta kematian melalui layanan yang terintegrasi di tingkat kelurahan.
Penguatan layanan turut didukung oleh penyediaan akses digital. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung kini membuka layanan secara daring, serta menghadirkan pelayanan pada akhir pekan guna menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja.
Dari Lahir hingga Wafat, Layanan Adminduk Bandung Kini Terhubung dalam Satu Sistem
Pendekatan ini menunjukkan pergeseran dari sistem berbasis loket menuju layanan yang lebih kolaboratif dan adaptif. Integrasi lintas sektor serta fleksibilitas akses dinilai mampu mempercepat proses sekaligus mengurangi tahapan administrasi yang sebelumnya harus dilakukan berulang.
Di sisi lain, pengembangan Identitas Kependudukan Digital (IKD) terus dilakukan, dengan capaian aktivasi saat ini mencapai 21,19 persen dari target. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas kemudahan akses layanan secara mandiri.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, terutama dalam memperluas jangkauan layanan digital, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pembaruan data, serta memastikan kelompok rentan tetap terlayani.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung, Tatang Muhtar, menyampaikan bahwa transformasi layanan difokuskan pada penyederhanaan proses yang selama ini dinilai kompleks. Menurutnya, sistem kini dirancang agar hadir langsung dalam momen-momen penting kehidupan warga.
Baca juga: Polisi Selidiki Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Summarecon Bandung
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Bandung