JAWA BARAT - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyPT KAI
ampaikan bahwa berdasarkan data sementara, empat penumpang KRL dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tabrakan antara kereta CommuterLine dan kereta api jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangannya di Jakarta pada Senin malam, menyebutkan jumlah korban masih bersifat sementara. Pihaknya juga menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban serta keluarga yang ditinggalkan.
KAI turut membuka layanan informasi bagi pelanggan dan keluarga yang membutuhkan keterangan lebih lanjut melalui WhatsApp di nomor 0811-2223-3121 maupun Call Center 121.
Sebelumnya, KAI menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi dan menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah proses evakuasi penumpang di lokasi kejadian, yakni Stasiun Bekasi Timur.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin,” ujar Anne.
Baca juga: KRL Commuter Line Tertabrak Kereta Jarak Jauh di Bekasi Timur, Sejumlah Penumpang Terluka
Ia menambahkan, KAI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait di lapangan guna mempercepat penanganan.
Perusahaan memastikan seluruh upaya difokuskan pada evakuasi penumpang dan awak kereta, serta penanganan korban dengan mengutamakan aspek keselamatan.
Berdasarkan informasi awal, kereta CommuterLine saat itu tengah berhenti di jalur 1 dengan tujuan Cikarang atau arah timur. Tidak lama berselang, kereta jarak jauh yang datang dari arah barat masuk ke jalur yang sama dan kemudian terjadi tabrakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara