Senin, 27 APRIL 2026 • 14:18 WIB

BGN Tegaskan Kematian Balita di Cianjur Bukan Akibat Program MBG

Author

BGN Tegaskan Kematian Balita di Cianjur Bukan Akibat Program MBG (Antara Foto)

JAWA BARAT -- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa kabar meninggalnya balita M Abdul Bais di Cianjur, Jawa Barat, akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak benar.

Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, Nanik menjelaskan bahwa makanan MBG diberikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles pada 14 April 2026 dan dikonsumsi pada hari yang sama. Menu yang disajikan meliputi mi kecap, telur dadar, susu, serta buah.

Ia menyebutkan, pada malam hari hingga keesokan paginya, orang tua anak memberikan tambahan makanan di luar program MBG, berupa apel dan susu formula yang dibeli secara mandiri.

Gejala baru muncul dua hari setelah konsumsi MBG, tepatnya pada 16 April 2026, ketika anak mulai mengalami muntah. Dari total 2.174 penerima manfaat MBG pada tanggal tersebut, tidak ditemukan adanya keluhan gangguan pencernaan. “Hal ini menunjukkan bahwa makanan yang didistribusikan dalam kondisi aman dan layak konsumsi,” ujarnya.

Baca juga: Pemkot Bandung Gelar Job Fair, Sediakan 3.528 Lowongan Kerja

BGN juga mencatat bahwa terakhir kali korban mengonsumsi MBG pada Selasa (14/4). Pada Rabu (15/4), anak tersebut tidak mengonsumsi makanan dari program karena menolak makan. Gejala kemudian muncul pada Kamis (16/4) sekitar pukul 06.00 WIB, berupa muntah dan diare.

Pihak BGN turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya balita tersebut serta mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Secara terpisah, ayah korban, Sahjanudin (41), menyatakan bahwa kematian anaknya bukan disebabkan oleh program MBG. Ia menegaskan kondisi tersebut murni karena sakit dan tidak berkaitan dengan dapur MBG SPPG Sukasirna 02 Leles.

Meski demikian, BGN menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG guna memastikan keamanan serta kualitas makanan bagi para penerima manfaat.

Baca juga: Polwan Satlantas Polres Purwakarta Raih Prestasi di Ajang Kemala Run 5K Bali

Sebelumnya, sempat beredar informasi yang menyebut korban meninggal akibat dugaan keracunan MBG. Namun, Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, Made Setiawan, menyatakan hal tersebut belum dapat dipastikan karena hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan masih dalam proses dan diperkirakan keluar pada pekan depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU