Dinkes Cianjur Telusuri Penyebab Kematian Dokter Muda, Warga Diminta Waspada Campak (Antara Foto)
JAWA BARAT - Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Cianjur
, masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel serum darah guna memastikan penyebab meninggalnya AMW (26), seorang dokter muda asal Cianjur yang diduga sebagai suspek campak.
Kepala Dinkes Cianjur, Made Setiawan, menyampaikan pada Jumat bahwa pihaknya belum dapat menarik kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat di Bandung diterima.
AMW diketahui merupakan lulusan Universitas Indonesia yang tengah menjalani program internship di RSUD Pagelaran sejak sekitar satu bulan terakhir, setelah sebelumnya bertugas di puskesmas. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan sampel darah di Labkesda. Setelah itu, baru dapat dipastikan penyebab meninggalnya,” ujar Made.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Cianjur telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap keluarga dan orang-orang yang sempat melakukan kontak erat dengan almarhum. Selain itu, dilakukan pula penelusuran riwayat kontak untuk memastikan kondisi kesehatan lingkungan sekitar serta pemberian vitamin sebagai upaya pencegahan.
Baca juga: Tempat Bermain Padel di Cikarang yang Lagi Hits, Buruan Cek Lokasinya!
Sementara itu, Kementerian Kesehatan bersama pihak terkait dijadwalkan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) guna merespons kasus tersebut. Berdasarkan keterangan Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, almarhum sebelumnya mengalami gejala berupa demam, ruam merah, serta sesak napas berat.
Dari hasil penelusuran awal, pasien diduga menderita campak yang disertai komplikasi pneumonia sehingga memperparah kondisi kesehatannya. Pihak Kementerian Kesehatan menyampaikan duka cita atas wafatnya tenaga medis tersebut. Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa penyakit campak tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga dapat berdampak serius pada orang dewasa yang belum memiliki kekebalan.
Aji menambahkan, RSUD Cimacan telah memberikan penanganan medis sesuai prosedur pada 26 Maret 2026. Namun, meski upaya maksimal telah dilakukan, pasien akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Baca juga: 6 Spot Lokasi Pemancingan Terpopuler di Cikampek, Cocok untuk Akhir Pekan!
Ke depan, tim kesehatan akan melakukan penelusuran kontak erat, mengidentifikasi sumber penularan, serta melakukan penilaian risiko. Pemberian vitamin A juga akan dilakukan sebagai langkah pencegahan agar penyebaran tidak meluas.
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak serta memastikan status imunisasi telah lengkap, mengingat vaksinasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah komplikasi berat hingga kematian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara