Jumat, 10 APRIL 2026 • 16:41 WIB

Dinkes Bandung Dorong Warga Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis untuk Deteksi Dini

Author

Dinkes Bandung Dorong Warga Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis untuk Deteksi Dini

JAWA BARAT - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung terus memperkuat langkah promotif dan preventif dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satu upaya yang didorong adalah pemanfaatan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) oleh warga.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Bandung, dr. Deborah Johana Rattu, menegaskan pentingnya deteksi dini melalui program tersebut. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan sejak awal dapat mencegah perkembangan penyakit menjadi lebih serius sekaligus menekan biaya pengobatan.

Ia mencontohkan, sejumlah kondisi seperti gangguan penglihatan akibat gula darah tinggi atau tekanan darah yang tidak terkontrol kerap baru diketahui setelah gejala muncul. Padahal, kondisi tersebut dapat diantisipasi lebih dini melalui pemeriksaan rutin.

Hal itu disampaikan dalam sebuah talkshow yang disiarkan Radio Sonata pada Kamis, 9 April 2026. Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung saat ini berfokus pada penguatan layanan promotif dan preventif, termasuk melalui penyediaan alat pemeriksaan kesehatan.

Program CKG terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa memandang status kepesertaan BPJS maupun domisili. Layanan ini dapat diakses di puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Baca juga: Wali Kota Bandung Soroti Kenaikan Harga Plastik hingga Empat Kali Lipat

Selain layanan di fasilitas kesehatan, Dinkes juga menghadirkan program jemput bola ke komunitas. Namun, pemeriksaan di tingkat komunitas masih bersifat dasar, seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, serta tekanan darah. Untuk pemeriksaan lanjutan seperti rekam jantung (EKG), USG, dan deteksi kanker, masyarakat tetap diarahkan ke fasilitas kesehatan.

Ia menambahkan, dari pemeriksaan dasar tersebut, risiko kesehatan seseorang bahkan dapat diproyeksikan hingga 10 tahun ke depan berdasarkan data dan kajian ilmiah.

Pemkot Bandung menargetkan sedikitnya 46 persen dari sekitar 2,5 juta penduduk dapat memanfaatkan layanan ini. Target tersebut dinilai penting untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat dan produktif.

Dinkes Bandung Dorong Warga Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis untuk Deteksi Dini

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr. Dadan Mulyana Kosasih, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan kasus campak.

Ia menyebutkan, sekitar 70 persen kasus campak terjadi pada individu yang belum mendapatkan imunisasi. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya kembali kasus dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, campak tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga dapat terjadi pada remaja hingga orang dewasa, terutama bagi mereka yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap.

Saat ini, pencatatan imunisasi telah lebih terintegrasi melalui buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta sistem digital seperti SatuSehat, sehingga masyarakat dapat lebih mudah memantau riwayat vaksinasi.

Baca juga: Wali Kota Bandung Soroti Kenaikan Harga Plastik hingga Empat Kali Lipat

Dadan menegaskan bahwa imunisasi campak harus diberikan secara lengkap dalam tiga tahap, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan dosis penguat pada usia sekolah sekitar 7 tahun. Namun, masih terdapat anggapan di masyarakat bahwa imunisasi cukup diberikan pada usia 9 bulan, sehingga tahap lanjutan kerap terabaikan.

Berdasarkan data Dinkes Kota Bandung, cakupan imunisasi pada usia 9 bulan mencapai sekitar 80–85 persen pada 2025. Sementara itu, pada usia 18 bulan masih berada di kisaran 65 persen, atau belum memenuhi target 95 persen.

Ia menekankan bahwa imunisasi lanjutan pada usia 18 bulan memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan optimal.

Melalui penguatan program Cek Kesehatan Gratis dan peningkatan cakupan imunisasi, Pemerintah Kota Bandung berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dapat terus meningkat.

Baca juga: Dedi Mulyadi Ambil Langkah Tegas, Kepala Samsat Soekarno-Hatta Dicopot Sementara

Menurutnya, kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan. Dengan masyarakat yang sehat, produktivitas dapat meningkat dan Kota Bandung diharapkan mampu terus berkembang sebagai kota yang unggul dan berdaya saing.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU