Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 17:59 WIB

Hujan Deras Picu Banjir hingga Longsor, BPBD Ciamis Turun Lakukan Penanganan

Author

Hujan Deras Picu Banjir hingga Longsor, BPBD Ciamis Turun Lakukan Penanganan

JAWA BARAT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menurunkan tim ke sejumlah lokasi terdampak bencana hidrometeorologi guna melakukan asesmen sebagai dasar penanganan lanjutan, baik untuk keselamatan warga maupun pemulihan infrastruktur yang terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, di Ciamis, Minggu, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat setempat untuk mendata dampak kejadian sekaligus menyalurkan bantuan logistik darurat.

Menurutnya, curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Ciamis memicu berbagai kejadian, di antaranya banjir, pohon tumbang, tanah longsor, sambaran petir, serta dampak cuaca ekstrem lainnya.

Baca juga: Polda Jabar Dalami Dugaan Pelanggaran Pemanfaatan Lahan di Lokasi Longsor Pasirlangu

Salah satu peristiwa yang ditangani adalah pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Kelurahan sekaligus Kecamatan Ciamis. Kejadian tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian atap rumah dan telah mendapatkan penanganan di lokasi.

BPBD juga melakukan pendataan terhadap dampak angin kencang di Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican. Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan pohon kelapa yang sudah lapuk tumbang dan menimpa bagian dapur rumah warga.

Selain itu, banjir sempat menggenangi permukiman di Desa Puloerang, Kecamatan Lakbok. Namun, kondisi air kini telah surut dan warga sudah kembali beraktivitas seperti biasa.

Baca juga: Hujan Deras Picu Longsor di Cianjur, BPBD Catat Enam Bangunan Tertimbun

Di sektor pendidikan, petugas masih melakukan asesmen terkait sambaran petir yang mengenai kabel di area SMPN 2 Pamarican. Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah peralatan elektronik di sekolah mengalami kerusakan.

Sementara itu, bencana tanah longsor terjadi di Desa Sukahaji, Kecamatan Cihaurbeuti. Longsoran tanah di tepi jalan desa dengan panjang sekitar 20 meter dan tinggi sekitar 30 meter mengancam dua rumah warga di sekitarnya.

Untuk alasan keselamatan, akses jalan di lokasi tersebut sementara ditutup bagi kendaraan roda empat karena kondisi dinilai berbahaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU