Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 15:35 WIB

Disnaker Cirebon Catat 871 Penyandang Disabilitas Telah Bekerja hingga Awal 2026

Author

Disnaker Cirebon Catat 871 Penyandang Disabilitas Telah Bekerja hingga Awal 2026

JAWA BARAT - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat sebanyak 871 penyandang disabilitas telah terserap bekerja di berbagai perusahaan hingga Januari 2026. Capaian tersebut merupakan hasil penguatan program ketenagakerjaan inklusif yang dijalankan pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, Rabu, menyampaikan bahwa penyerapan tenaga kerja difabel dilakukan melalui sejumlah skema layanan, salah satunya melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan.

“Per Januari 2026, tenaga kerja penyandang disabilitas yang telah bekerja berjumlah ratusan orang, terdiri dari 608 laki-laki dan 244 perempuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar pekerja difabel berada pada rentang usia produktif 18 hingga 30 tahun, dengan jumlah mencapai 699 orang.

Baca juga: Imlek 2026 di Bawah Energi Kuda Api, Ini Shio yang Berpeluang Bersinar

Menurut Novi, optimalisasi peran ULD Ketenagakerjaan menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Layanan tersebut mencakup proses pendataan, peningkatan keterampilan, hingga fasilitasi penempatan kerja di dunia usaha.

Selain penyaluran tenaga kerja, Disnaker Kabupaten Cirebon juga melaksanakan berbagai program peningkatan kompetensi sepanjang 2024 hingga 2025. Sejumlah peserta difabel telah mengikuti pelatihan keterampilan, seperti pembuatan suvenir dan pemasaran digital, sebagai bekal untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja maupun dalam mengembangkan usaha mandiri.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Kabupaten Cirebon, Neneng Hasanah, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat kebijakan serta regulasi yang mendukung terciptanya ketenagakerjaan yang inklusif.

Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan program tersebut juga memerlukan dukungan dunia usaha serta penerimaan yang terbuka dari masyarakat.

Baca juga: Imlek 2026, Pemkot Bandung Dorong Persatuan dan Kolaborasi Lintas Agama

“Kami berharap melalui kolaborasi lintas sektor, Kabupaten Cirebon dapat berkembang menjadi daerah yang ramah dan bermartabat, sekaligus memberikan ruang yang luas bagi penyandang disabilitas untuk mandiri,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU