Sabtu, 31 JANUARI 2026 • 05:44 WIB

OJK Cirebon Perkuat Penyaluran KUR di Indramayu untuk Dorong UMKM dan Pemulihan Ekonomi

Author

OJK Cirebon Perkuat Penyaluran KUR di Indramayu untuk Dorong UMKM dan Pemulihan Ekonomi (Antara Foto)

JAWA BARAT - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Jawa Barat, terus mengintensifkan penguatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Indramayu. Langkah ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang bertumpu pada penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menyampaikan bahwa penguatan program KUR dilakukan melalui sinergi antara OJK, Pemerintah Kabupaten Indramayu, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), serta seluruh lembaga jasa keuangan (LJK) yang beroperasi di wilayah tersebut.

Menurut Agus, kesepahaman itu dibangun melalui audiensi bersama pemerintah daerah dan pimpinan LJK guna menyelaraskan kebijakan sekaligus merumuskan langkah konkret dalam memperluas akses pembiayaan produktif yang inklusif dan berkelanjutan.

Hingga 30 November 2025, penyaluran KUR di Kabupaten Indramayu tercatat telah mencapai Rp1,28 triliun dengan jumlah penerima sebanyak 28.294 debitur. Selain itu, penyaluran Kredit Modal Kerja (KMK) di daerah ini juga menunjukkan kinerja signifikan dengan nilai mencapai Rp3,8 triliun atau sekitar 19 persen dari total penyaluran KMK di wilayah Ciayumajakuning.

Baca juga: UMKM Cimahi Kian Berkembang, Serap Tenaga Kerja dan Tekan Kemiskinan

Agus menilai capaian tersebut mencerminkan bahwa KUR dan KMK masih menjadi tulang punggung pembiayaan bagi UMKM Indramayu, baik untuk menjaga keberlangsungan usaha maupun mendorong peningkatan kapasitas bisnis.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif perbankan dan lembaga jasa keuangan lainnya menjadi faktor kunci dalam memperluas akses pembiayaan, terutama bagi sektor-sektor unggulan daerah seperti pertanian, perikanan tangkap, usaha garam, serta industri kreatif batik complongan yang selama ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat Indramayu.

“Oleh karena itu, kami mendorong LJK di Indramayu untuk terus mengoptimalkan penyaluran KUR yang berkualitas, dibarengi dengan edukasi dan literasi keuangan agar pembiayaan dimanfaatkan secara sehat dan produktif,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan bahwa sektor pertanian, perikanan, dan UMKM membutuhkan dukungan pembiayaan yang mudah diakses, cepat, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Pemerintah daerah, kata Lucky, berkomitmen mendukung penguatan penyaluran KUR sebagai instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, sekaligus mendorong pemulihan dan pertumbuhan usaha.

Baca juga: Wali Kota Cirebon Dorong Digitalisasi Pajak dan Insentif UMKM

“Kami juga akan memperluas program literasi dan inklusi keuangan bersama OJK dan LJK hingga menjangkau tingkat kecamatan dan desa,” ucapnya.

Lucky menambahkan, bencana banjir yang melanda Indramayu pada Januari 2026 dan berdampak pada sekitar 11.000 hektare tambak turut meningkatkan kebutuhan pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha perikanan dan UMKM.

Dalam kondisi tersebut, penguatan penyaluran KUR dinilai menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemulihan usaha masyarakat secara terarah dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU