UMKM Cimahi Kian Berkembang, Serap Tenaga Kerja dan Tekan Kemiskinan
JAWA BARAT - Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Hal tersebut menjadi krusial mengingat Kota Cimahi tidak memiliki sumber daya alam, namun ditopang oleh kualitas sumber daya manusia yang kreatif dan produktif.
Ngatiyana menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 5.000 hingga 6.000 UMKM yang berada dalam pembinaan Pemerintah Kota Cimahi. Keberadaan pelaku usaha tersebut dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tengah keterbatasan potensi alam.
“UMKM di Cimahi menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Meskipun kami tidak memiliki sumber daya alam, kami memiliki sumber daya manusia yang mampu berinovasi,” ujar Ngatiyana, Rabu (31/12/2025).
Baca juga: Antisipasi Lonjakan Konsumsi BBM, Takaran SPBU di Cimahi Diawasi Ketat
Ia menjelaskan, UMKM di Kota Cimahi berkembang di berbagai bidang, mulai dari kuliner, fesyen, hingga sektor kerajinan. Perkembangan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga berperan dalam membuka lapangan pekerjaan dan menekan angka kemiskinan.
“UMKM terbukti mampu menyerap tenaga kerja. Ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mengurangi tingkat kemiskinan di Kota Cimahi,” katanya.
Lebih lanjut, Ngatiyana menilai kemajuan UMKM tidak lepas dari sinergi berbagai pihak. Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan institusi pendidikan seperti SMK, dinilai berhasil melahirkan generasi pelaku UMKM muda yang inovatif. Potensi tersebut tersebar di sejumlah wilayah, seperti Citeureup, Cibeber, dan kawasan lain di Cimahi.
“Banyak anak muda, termasuk lulusan SMK, yang memiliki kreativitas tinggi. Potensi ini terus kami dorong untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Apel HKSN 2025 di Cimahi, Pemerintah Daerah Salurkan Bantuan Produktif
Terkait produk unggulan, Ngatiyana menyampaikan bahwa selain kuliner, sektor kerajinan juga memiliki prospek besar. Sejumlah produk UMKM Cimahi bahkan telah berhasil menembus pasar ekspor, didukung oleh kemudahan perizinan, pendampingan kemasan, serta fasilitasi akses ekspor dari pemerintah daerah.
“Kerajinan menjadi salah satu andalan, termasuk batik khas Cimahi dengan motif lokal yang memiliki nilai jual tinggi,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Cimahi