Pemkot Bandung Siapkan Alternatif Penanganan Sampah Usai Status Darurat Ditolak (Antara Foto)
JAWA BARAT - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan sejumlah langkah alternatif dalam upaya mengatasi persoalan sampah setelah usulan penetapan status darurat sampah yang diajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak memperoleh persetujuan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa penanganan sampah tetap harus berjalan dan menjadi perhatian utama pemerintah daerah, meskipun status darurat tidak ditetapkan.
“Jika usulan tersebut tidak disetujui, maka kami akan mencari solusi lainnya. Permasalahan sampah ini harus ditangani dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” ujar Farhan dalam keterangan yang diterima di Bandung, Kamis.
Farhan mengungkapkan, hingga saat ini Kota Bandung masih menjadi satu-satunya daerah di Jawa Barat yang belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sendiri. Kondisi tersebut membuat pengelolaan sampah kota masih bergantung pada TPA Sarimukti yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menurut dia, ketergantungan tersebut turut memengaruhi ruang gerak pemerintah kota dalam mengelola dan mengangkut sampah, termasuk berkaitan dengan kuota pembuangan residu maupun proses perizinannya.
Baca juga: Persib Terima Bonus Rp1 Miliar dari Dedi Mulyadi Usai Raih Hattrick Juara
Sebagai langkah jangka pendek, Pemkot Bandung menyambut rencana Pemprov Jawa Barat yang akan menyediakan mesin pengolahan sampah di setiap kelurahan.
Farhan menyatakan pihaknya siap memanfaatkan dukungan tersebut secara optimal untuk membantu mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat wilayah.
“Kami mengapresiasi bantuan dari pemerintah provinsi. Nantinya akan tersedia mesin pengolahan sampah di setiap kelurahan. Apa pun bentuk bantuan yang diberikan, kami siap menggunakannya secara maksimal,” katanya.
Di sisi lain, Pemkot Bandung juga terus mengkaji peluang pembangunan fasilitas pengolahan sampah berkapasitas besar maupun pengadaan TPA milik daerah sebagai solusi jangka panjang.
Baca juga: Akulturasa Hadir di ITB, Tampilkan Inovasi Fermentasi Pangan Berbasis Riset
Farhan menilai keberadaan fasilitas pengolahan sampah terpadu tetap diperlukan karena residu hasil pengolahan pada akhirnya tetap membutuhkan lokasi pembuangan akhir yang memadai.
“Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin. Penanganan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari seluruh pihak,” ujar Muhammad Farhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara