Kamis, 30 OKTOBER 2025 • 12:32 WIB

Gubernur Jabar Dorong Pelajar Jalan Kaki, Siapkan Trotoar di Sekitar Sekolah

Author

Gubernur Jabar Dorong Pelajar Jalan Kaki, Siapkan Trotoar di Sekitar Sekolah (Antara Foto)

JAWA BARAT - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berencana membangun trotoar di sekitar kawasan sekolah dengan radius sekitar satu kilometer. Langkah ini dimaksudkan untuk mendorong para pelajar, guru, dan tenaga kependidikan yang rumahnya berjarak dekat agar terbiasa berjalan kaki menuju sekolah.

Kebijakan tersebut muncul setelah adanya tanggapan beragam terhadap imbauan Dedi yang meminta siswa berjalan kaki ke sekolah. Sebagian pihak menilai gagasan itu sebagai ajakan "kembali ke zaman batu", namun Dedi menegaskan bahwa kebiasaan berjalan kaki justru telah menjadi budaya di banyak negara maju.

“Dalam surat edaran saya, siswa yang rumahnya masih bisa dijangkau dengan berjalan kaki, sebaiknya jalan kaki. Tapi kemudian disebut Dedi Mulyadi mengajak kembali ke zaman batu. Padahal di Jepang, masyarakat jalan kaki atau naik sepeda itu biasa. Di Singapura, jalan kaki bahkan sudah menjadi tradisi. Masalahnya di kita, orang enggan jalan karena panas dan kondisi lalu lintas yang kurang mendukung,” ujar Dedi di Gedung Sate, Bandung.

Baca juga: Pemkot Bandung Dorong Warga Aktif Kelola dan Pilah Sampah dari Rumah Tangga

Sebagai tindak lanjut, Dedi mengatakan pemerintah provinsi akan membangun trotoar yang nyaman dan aman di sekitar sekolah agar kebiasaan berjalan kaki semakin masif.

“Konsep saya sederhana. Dalam radius satu kilometer menuju sekolah, kami akan bangun trotoar yang layak dan ramah pejalan kaki,” jelasnya.

Selain trotoar, Pemprov Jabar juga berencana menyiapkan fasilitas pendukung berupa instalasi air minum siap konsumsi di area sekitar sekolah.

“Kalau jalan panas, bisa minum air bersih langsung. Itu bagian dari peradaban,” tambahnya.

Dedi juga menegaskan akan mengeluarkan kebijakan tambahan yang menjadikan sekolah sebagai kawasan bebas kendaraan siswa.

“Masih banyak siswa di bawah umur yang menitipkan motor di warung sekitar sekolah. Kebijakan ini untuk menghentikan kebiasaan itu,” tegasnya.

Baca juga: Kebakaran Hanguskan 12 Kios Pedagang Kayu di Sukahaji, DPMKP Kota Bandung Kerahkan 14 Unit Damkar

Ia menekankan, kebijakan tersebut bukan untuk membatasi, tetapi untuk membangun kebiasaan sehat dan karakter tangguh di kalangan pelajar.

“Yang penting dibiasakan dulu jalan kaki. Sekarang banyak anak malas jalan, fisiknya lemah. Padahal nanti mereka bisa jadi tentara, pelaut, atau polisi. Kakinya harus kuat,” tutur Dedi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU