Selasa, 23 SEPTEMBER 2025 • 15:34 WIB

151 RW Jadi Sasaran Awal Siskamling Siaga Bencana di Kota Bandung

Author

151 RW Jadi Sasaran Awal Siskamling Siaga Bencana di Kota Bandung (Pemkot Bandung)

JAWA BARAT - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi memulai program Siskamling Siaga Bencana sebagai langkah memperkuat ketahanan wilayah sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.

Kegiatan perdana berlangsung di RW 3 Kelurahan Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, dipimpin langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Menurut Farhan, pemetaan dilakukan berbasis catatan informasi RT dan RW untuk meninjau kondisi sosial sekaligus mengidentifikasi kerawanan wilayah. Dari hasil awal, tercatat sekitar 15 persen warga Babakan Ciamis masih berada pada garis kemiskinan. Hal ini menjadi perhatian pemerintah kota, khususnya dalam memastikan kelompok rentan tetap mendapat akses terhadap layanan dasar, terutama bidang kesehatan.

Baca juga: Pemkot Bandung Luncurkan Program PADI, Wajib untuk Seluruh ASN

Selain itu, ditemukan pula beberapa titik rawan bencana. Salah satunya berada di kawasan bekas urugan sungai yang kini ditinggalkan penghuninya lantaran kondisi fondasi bangunan dianggap tidak aman.

“Kawasan seperti ini perlu menjadi fokus agar dapat diantisipasi sejak awal,” kata Farhan.

151 RW Jadi Sasaran Awal Siskamling Siaga Bencana di Kota Bandung (Pemkot Bandung)

Pada tahap pertama, program ini menyasar 151 RW. Selanjutnya, 150 RW lain akan masuk dalam tahap berikut hingga seluruh wilayah Kota Bandung terpetakan melalui sistem pencatatan informasi RT dan RW.

Seiring dengan itu, Pemkot Bandung juga menjalankan program Prakarsa (sebelumnya dikenal dengan PIPPK), yakni forum masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan bantuan. Setiap RW berpeluang mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp100 juta, dengan kemungkinan penambahan apabila hasil pelaksanaan dinilai baik.

Dalam upaya mitigasi, empat perangkat daerah dilibatkan, yakni Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).

Farhan menegaskan, monitoring dalam program Siskamling Siaga Bencana dilakukan pada siang hari agar temuan lapangan bisa segera ditindaklanjuti.

“Harapannya, gambaran yang diperoleh lebih nyata, tidak hanya di atas kertas. Dengan begitu, baik saya maupun anggota dewan dapat memiliki pemahaman yang sama dalam membaca kondisi di lapangan,” ujarnya.

Baca juga: Farhan: Usai Akad, KK Baru Langsung Terbit untuk Pengantin di Kota Bandung

Berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Bandung Nomor 134-Bag.Tapem/2025, seluruh kelurahan diwajibkan melaksanakan Siskamling Kesiapsiagaan Bencana secara bergiliran.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bandung turut menggandeng DPRD Kota Bandung. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan legislatif, sehingga solusi yang dihadirkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tiap wilayah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU