Kamis, 18 SEPTEMBER 2025 • 16:12 WIB

Proyek Terminal Kalijaya Mangkrak, Warga dan Penumpang Keluhkan Kondisi Tak Terurus

Author

Proyek Terminal Kalijaya Mangkrak, Warga dan Penumpang Keluhkan Kondisi Tak Terurus (Antara Foto)

JAWA BARAT - Pembangunan Terminal Kalijaya di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, senilai Rp56 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat, hingga kini belum juga rampung. Proyek yang dimulai beberapa tahun lalu itu terhenti hampir setahun terakhir, menyisakan bangunan setengah jadi yang tidak dimanfaatkan.

Warga sekitar maupun pengguna jasa transportasi mengeluhkan kondisi terminal yang terbengkalai. Rizki Pangestu (27), warga setempat, mengatakan bangunan yang tak terurus membuat suasana terminal terasa tidak nyaman.

“Sekarang kondisinya panas, kumuh, seperti dibiarkan begitu saja sejak pembangunan berhenti,” ujarnya, Rabu (11/9).

Ia menambahkan, aktivitas ekonomi di sekitar terminal juga ikut terdampak. Lokasi yang sebelumnya menjadi tempat singgah pedagang kecil kini sepi karena tidak ada aktivitas penumpang. Rizki berharap pemerintah segera melanjutkan pembangunan agar terminal kembali berfungsi sebagaimana mestinya.

Baca juga: Polisi Bongkar Kasus Pencurian Motor di Bekasi, Pelaku Rupanya Eks Menantu Korban

Keluhan serupa disampaikan Sherly Novita (25), penumpang asal Tasikmalaya. Sebagai pengguna tetap, ia menilai kondisi terminal saat ini sangat mengecewakan.

“Saya biasanya pulang sebulan sekali lewat sini karena dekat kontrakan. Tapi sekarang tidak ada tempat tunggu, panas sekali, seperti gedung kosong. Harusnya segera diperbaiki,” ungkapnya.

Berdasarkan data pemerintah daerah, pembangunan Terminal Kalijaya dilakukan secara bertahap melalui skema multiyears dengan alokasi anggaran belasan hingga puluhan miliar setiap tahun. Namun, pada tahap lanjutan senilai Rp22 miliar, pekerjaan terhenti dan kontrak dengan pihak pelaksana diputus karena wanprestasi.

Proyek Terminal Kalijaya Mangkrak, Warga dan Penumpang Keluhkan Kondisi Tak Terurus (Antara Foto)

“Tahun ini kembali dianggarkan Rp14,9 miliar dengan target 95 hari kerja. Diharapkan pembangunan bisa selesai,” kata Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, Surya Direja.

Surya menjelaskan, terminal ini awalnya dirancang sebagai smart terminal terintegrasi dengan ruang publik dan layanan hotel. Namun, beberapa penyesuaian anggaran dan keterlambatan pekerjaan membuat desain harus mengalami perubahan.

“Banyak yang direvisi dari konsep awal. Tahun ini target selesai, meski dengan pengurangan beberapa bangunan,” tambahnya.

Dari sisi legislatif, Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Muhamad Rohadi, menegaskan pihaknya mendorong percepatan pembangunan terminal yang berada di jalur Pantura tersebut.

“Seharusnya proyek ini tuntas 2024, tapi tertunda. Tahun ini kembali dianggarkan Rp14 miliar. Insya Allah awal Oktober sudah mulai dikerjakan dan ditargetkan selesai Desember. Terminal B ini sangat dibutuhkan warga. Kami harap masyarakat dan media ikut mengawasi agar tidak terulang kegagalan,” ujarnya.

Baca juga: Kasus Kekerasan Seksual Anak di Bekasi: Keluarga Minta Polisi Segera Tangkap Tersangka

Pantauan di lapangan menunjukkan penumpang masih menunggu bus di area terbuka tanpa fasilitas layak. Bangunan setengah jadi lebih menyerupai gedung kosong dibandingkan terminal modern.

Proyek yang telah menelan anggaran besar ini belum memberi manfaat nyata. Risiko keterlambatan kembali terbuka bila tender cepat tidak sesuai target. Publik kini menanti pembuktian janji penyelesaian pembangunan Terminal Kalijaya pada akhir tahun ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU