Sabtu, 30 AGUSTUS 2025 • 12:19 WIB

Pemkab Cirebon Berangkatkan 77 Warga untuk Bekerja di Jepang

Author

Pemkab Cirebon Berangkatkan 77 Warga untuk Bekerja di Jepang (Antara Foto)

JAWA BARAT - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, resmi memberangkatkan 77 warganya ke Jepang pada Agustus 2025 untuk bekerja di sektor manufaktur dan perakitan elektronik. Keberangkatan ini merupakan hasil seleksi ketat dari 1.044 pendaftar yang mengikuti proses rekrutmen.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menyampaikan bahwa program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses kerja bagi masyarakat, khususnya di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan di tingkat lokal.

“Peserta yang berangkat hampir mewakili seluruh kecamatan di Kabupaten Cirebon. Tingginya antusiasme menunjukkan bahwa kesempatan bekerja di Jepang mendapat sambutan positif dari masyarakat,” ujar Agus di Cirebon, Jumat (29/8).

Para tenaga kerja tersebut dikontrak selama tiga tahun dengan mayoritas penempatan pada industri perakitan elektronik dan manufaktur. Sebelum keberangkatan, mereka diwajibkan mengikuti pelatihan intensif selama tiga bulan yang mencakup keterampilan teknis, bahasa Jepang dasar, serta pemahaman budaya dan etika kerja di Jepang.

Baca juga: Disbudpar Kota Cirebon Gelar Uji Kompetensi Gratis bagi Tenaga Kerja Pariwisata

Agus menekankan pentingnya persiapan non-teknis agar pekerja mampu beradaptasi dengan budaya kerja Jepang yang identik dengan disiplin dan etos kerja tinggi. “Kami tidak ingin mereka sekadar bekerja, tetapi juga benar-benar memahami nilai-nilai kerja di Jepang, seperti kedisiplinan dan kejujuran,” katanya.

Selain pelatihan keterampilan, Pemkab Cirebon juga melibatkan lembaga pelatihan untuk membekali para pekerja dengan pengetahuan manajemen keuangan. Langkah ini diharapkan membantu mereka mengelola hasil kerja dengan bijak, baik untuk kebutuhan keluarga maupun sebagai modal membuka usaha sepulang dari Jepang.

Menurut Agus, keberangkatan 77 warga tersebut memiliki dampak ganda. Selain menekan angka pengangguran, remitansi yang dikirim para pekerja juga berpotensi menggerakkan perekonomian di tingkat keluarga hingga desa.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Jepang saat ini tengah menghadapi kekurangan tenaga kerja dengan kebutuhan sekitar 820 ribu orang. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia, termasuk dari Cirebon, untuk turut berkontribusi.

Baca juga: Pemkab Cirebon dan Kejari Sepakati Kerja Sama Penanganan Perdata dan Tata Usaha Negara

“Upaya ini diharapkan mampu menyelaraskan kebutuhan tenaga kerja Jepang dengan potensi usia produktif yang ada di Cirebon,” tambahnya.

Agus menegaskan, keberhasilan mengirim tenaga kerja ke Jepang bukan berarti pemerintah daerah berhenti menciptakan lapangan kerja di dalam negeri. Menurutnya, program ini merupakan langkah cepat sekaligus solusi sementara untuk mengatasi keterbatasan industri lokal.

“Standar kerja di Jepang memang berbeda dengan di sini. Namun dengan kesiapan yang matang, kami yakin warga Cirebon mampu beradaptasi,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU