Jumat, 08 AGUSTUS 2025 • 17:31 WIB

Strategi Baru Pemkot Bandung: Tangani Sampah Langsung di Sumbernya

Author

Strategi Baru Pemkot Bandung: Tangani Sampah Langsung di Sumbernya (Pemkot Bandung)

JAWA BARAT - Pemerintah Kota Bandung tengah mematangkan rencana penambahan mesin pengolahan sampah jenis insinerator di sejumlah titik. Teknologi ini dinilai mampu mengolah sampah tanpa proses pemilahan, kecuali untuk residu.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, saat meninjau sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kecamatan Rancasari, Rabu (6/8/2025). Peninjauan dilakukan bersama perangkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unsur kewilayahan.

Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain Jalan Tembus Jl. Inspeksi Cidurian Timur, TPS RW 04 Manjahlega, TPS Ciwastra, dan TPS Gedebage. Dari hasil tinjauan, satu titik dinilai sudah memenuhi kesiapan teknis, sedangkan lainnya masih menunggu penyelesaian administrasi karena berdiri di atas lahan perumahan.

Strategi Baru Pemkot Bandung: Tangani Sampah Langsung di Sumbernya (Pemkot Bandung)

“Jika proses administrasi selesai, pemasangan beberapa unit bisa direalisasikan dan masuk perencanaan anggaran tahun depan. Setiap kecamatan bisa membutuhkan lebih dari satu unit karena satu mesin hanya mampu mengolah sekitar 10 hingga 15 ton sampah per hari, sementara volume sampah per kecamatan bisa mencapai lebih dari 80 ton,” ujar Iskandar.

Selain insinerator, Iskandar juga meninjau TPS Gedebage yang telah menerapkan teknologi bio digester. Teknologi ini disebut mampu mengelola hingga 30 ton sampah organik setiap hari dan menjadi contoh penerapan sistem pengolahan yang dapat direplikasi di lokasi lain.

Pemerintah kota berharap dengan bertambahnya titik pengolahan, beban pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti dapat berkurang secara signifikan.

“Data dari Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan, sistem pengolahan di beberapa titik saat ini sudah mampu menurunkan jumlah sampah yang dikirim ke TPA hingga mendekati 100 ton per hari,” tambahnya.

Baca juga: Wakil Wali Kota Bandung Tekankan Peran Strategis RT dan RW dalam Pembangunan Kota

Meski begitu, Iskandar tidak menampik adanya kendala di lapangan, terutama keterbatasan lahan dan tingginya kepadatan penduduk. Namun, ia mencontohkan keberhasilan di kawasan Bandung Kulon, di mana insinerator dapat dipasang di dekat pemukiman tanpa penolakan dari warga.

“Dengan dukungan masyarakat dan DPRD, kami berharap jumlah mesin pengolah sampah bisa terus bertambah. Saat ini baru tersedia tujuh unit, sementara kebutuhan ideal diperkirakan antara 30 hingga 50 unit,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU