Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 10 MEI 2026 • 16:21 WIB

Bandung Pelajari Teknologi Autothermix sebagai Alternatif Penanganan Sampah

Bandung Pelajari Teknologi Autothermix sebagai Alternatif Penanganan SampahBandung Pelajari Teknologi Autothermix sebagai Alternatif Penanganan Sampah

JAWA BARAT - Pemerintah Kota Bandung tengah mempelajari pemanfaatan teknologi alternatif berbasis autothermix sebagai salah satu opsi dalam mendukung penanganan sampah di wilayah kota.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung melakukan peninjauan terhadap prototipe teknologi pengolahan sampah milik PT Tohaan Renewable Energy Engineering pada Kamis, 7 Mei 2026.

Kepala Bidang Pengelolaan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung mekanisme kerja sekaligus potensi pengembangan teknologi yang ditawarkan.

Menurut Salman, teknologi autothermix yang ditinjau saat ini masih berupa prototipe dengan kapasitas pengolahan sekitar satu ton sampah per hari. Ke depan, kapasitas tersebut diharapkan dapat ditingkatkan hingga mencapai 50 ton per hari.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Bandung masih akan melakukan kajian lebih lanjut sebelum menentukan langkah berikutnya. Kajian tersebut mencakup aspek teknologi, pola kerja sama, lokasi operasional, hingga berbagai pertimbangan teknis lainnya. Hasil evaluasi nantinya akan dilaporkan kepada Sekretaris Daerah.

Bandung Pelajari Teknologi Autothermix sebagai Alternatif Penanganan SampahBandung Pelajari Teknologi Autothermix sebagai Alternatif Penanganan Sampah

Sementara itu, Direktur Utama PT Tohaan Renewable Energy Engineering, Budi Permana, menjelaskan bahwa autothermix merupakan sistem pengolahan sampah berbasis proses termal dengan konsep minim oksigen.

Ia menyebut pendekatan tersebut berbeda dari metode pembakaran konvensional karena lebih menitikberatkan pada proses peluruhan material sampah melalui pengaturan suhu dan kadar oksigen tertentu.

Menurut Budi, perangkat yang saat ini diperkenalkan masih dalam tahap pengembangan awal dengan kapasitas sekitar satu ton sampah per hari, namun telah dirancang agar dapat dikembangkan ke skala yang lebih besar.

Ia juga mengungkapkan bahwa versi pertama perangkat tersebut telah beroperasi sejak Desember 2023 di Kabupaten Serang dan saat ini masih terus disempurnakan.

Baca juga: Pemprov Jabar Terapkan Program Penghijauan dengan Insentif Rp2 Juta per Bulan

Budi menambahkan, teknologi tersebut dikembangkan oleh tenaga lokal dan diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif solusi pengelolaan sampah di Kota Bandung.

Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa peninjauan ini merupakan bagian dari upaya mencari berbagai opsi penanganan sampah yang tetap mempertimbangkan aspek regulasi, teknis, serta dampak lingkungan.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bandung Pelajari Teknologi Autothermix sebagai Alternatif Penanganan Sampah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!