Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 30 APRIL 2026 • 18:51 WIB

Hari Posyandu Nasional 2026, Bogor Integrasikan 6 SPM di Tingkat Desa

Hari Posyandu Nasional 2026, Bogor Integrasikan 6 SPM di Tingkat DesaHari Posyandu Nasional 2026, Bogor Integrasikan 6 SPM di Tingkat Desa

JAWA BARAT - Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong percepatan transformasi Posyandu sebagai pusat layanan dasar masyarakat melalui integrasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat desa dan kelurahan.

Momentum Hari Posyandu Nasional 2026 dimanfaatkan untuk menegaskan kembali peran strategis Posyandu dalam mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat. Upaya ini dinilai penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga secara menyeluruh.

Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bogor, Eva Rudy Susmanto, menekankan bahwa transformasi Posyandu menjadi salah satu langkah kunci dalam memperkuat pelayanan dasar. “Selamat Hari Posyandu Nasional, transformasi Posyandu melalui enam Standar Pelayanan Minimal mendekatkan layanan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor, penguatan tersebut menjadikan Posyandu tidak lagi terbatas pada layanan kesehatan ibu dan anak. Posyandu kini diarahkan sebagai pusat pelayanan terpadu yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan perlindungan masyarakat, serta bidang sosial.

Hari Posyandu Nasional 2026, Bogor Integrasikan 6 SPM di Tingkat DesaHari Posyandu Nasional 2026, Bogor Integrasikan 6 SPM di Tingkat Desa

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Hadijana, menyampaikan bahwa langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan dasar secara komprehensif. Posyandu juga didorong berperan sebagai garda terdepan dalam deteksi dini permasalahan masyarakat, penguatan sistem pencatatan dan pelaporan, serta percepatan rujukan layanan lintas sektor.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan dana operasional untuk setiap Posyandu melalui Alokasi Dana Desa (ADD). Dana tersebut difokuskan untuk memperkuat kelembagaan, mendukung kinerja kader, serta meningkatkan mutu pelayanan di tingkat desa.

Selain itu, bantuan sarana dan prasarana juga diberikan kepada Tim Pembina Posyandu Desa guna memperkuat sistem pelaporan. Dengan dukungan tersebut, proses pemantauan layanan, pencatatan kegiatan, hingga tindak lanjut permasalahan masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat, tertib, dan terintegrasi.

Baca juga: Tinjau Lapangan, Pemkab Bogor Pastikan Pembangunan Pasar Hewan Jonggol Sesuai Target

Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses layanan yang mudah, cepat, dan berkualitas demi terwujudnya masyarakat yang sehat, tangguh, dan sejahtera.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Bogor

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hari Posyandu Nasional 2026, Bogor Integrasikan 6 SPM di Tingkat Desa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!