Cuaca Ekstrem Pancaroba, Dinkes Kuningan Imbau Warga Jaga Daya Tahan Tubuh
JAWA BARAT - Perubahan cuaca yang berlangsung cepat, dari kondisi panas ke hujan dengan suhu lebih dingin, mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Warga diimbau menjaga daya tahan tubuh guna mengantisipasi potensi penyakit yang umum muncul pada masa pancaroba.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. Edi Martono, menyampaikan bahwa fluktuasi suhu yang terjadi dalam waktu singkat dapat memengaruhi kondisi fisik. Tubuh, menurutnya, harus beradaptasi secara terus-menerus terhadap perubahan lingkungan, sehingga berisiko menurunkan imunitas.
“Perubahan cuaca yang ekstrem dapat memengaruhi daya tahan tubuh, karena tubuh harus menyesuaikan diri dari kondisi panas ke dingin atau sebaliknya,” ujarnya.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, gangguan kesehatan yang paling sering terjadi pada masa peralihan musim adalah infeksi saluran pernapasan. Keluhan seperti batuk dan pilek menjadi yang paling banyak dialami masyarakat.
Baca juga: Disdukcapil Kuningan Raih Dua Penghargaan pada Peringatan Otda ke-30
“Keluhan yang paling dominan biasanya batuk dan pilek, yang berkaitan dengan gangguan pernapasan akibat perubahan cuaca,” kata Edi.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan gejala yang muncul, meskipun terkesan ringan. Penanganan yang tidak tepat atau terlambat dapat memperburuk kondisi kesehatan, tergantung pada keadaan masing-masing individu.
Untuk menjaga kondisi tubuh tetap optimal, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Edi menekankan pentingnya waktu istirahat yang cukup serta asupan makanan yang seimbang sesuai kebutuhan.
Ia menyarankan agar waktu tidur dijaga dalam rentang 6 hingga 8 jam per hari, serta menghindari kebiasaan begadang. Selain itu, pola makan yang teratur dinilai penting untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Edi juga mengingatkan bahwa keterlambatan makan dapat memicu gangguan lambung, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, mengingat produksi asam lambung berlangsung secara alami.
Baca juga: Upacara Hari Otda ke-30 di Kuningan Jadi Momentum Evaluasi Kinerja Daerah
Sebagai langkah tambahan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, rutin berolahraga, serta mempertimbangkan konsumsi suplemen atau vitamin sesuai kebutuhan guna mendukung daya tahan tubuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Kuningan