Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 07 JULI 2026 • 17:35 WIB

Wali Kota Bandung Minta BPBD Siaga Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem saat Musim Kemarau

Wali Kota Bandung Minta BPBD Siaga Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem saat Musim KemarauWali Kota Bandung Minta BPBD Siaga Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem saat Musim Kemarau

JAWA BARAT - Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kota Bandung mengingatkan seluruh jajaran untuk tidak mengurangi kewaspadaan terhadap potensi bencana. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung tetap siaga menghadapi kemungkinan  yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Farhan menegaskan terdapat dua aspek yang harus menjadi prioritas BPBD selama musim kemarau, yakni memperkuat upaya mitigasi terhadap potensi hujan dengan intensitas ekstrem serta meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan kebencanaan.

"BPBD ini ada dua hal yang mesti diperhatikan. Pertama adalah antisipasi cuaca ekstrem," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Selasa, 7 Juli 2026.

Ia mengungkapkan, hasil kajian yang diterima Pemerintah Kota Bandung menunjukkan peluang terjadinya hujan ekstrem di wilayah Kota Bandung hanya sekitar enam persen. Meski demikian, potensi tersebut tetap harus diantisipasi karena dampaknya dapat menimbulkan banjir dengan skala yang besar, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Sebagai gambaran, Farhan menyinggung kejadian banjir yang melanda Surabaya beberapa waktu lalu. Curah hujan tinggi yang berlangsung sekitar empat jam tanpa henti menyebabkan genangan meluas dan memperparah banjir akibat meningkatnya air rob.

Wali Kota Bandung Minta BPBD Siaga Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem saat Musim KemarauWali Kota Bandung Minta BPBD Siaga Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem saat Musim Kemarau

"Apa yang terjadi di Surabaya beberapa minggu lalu menjadi pembelajaran. Hujan tidak berhenti selama empat jam membuat air rob naik. Di Bandung hal seperti itu juga bisa terjadi. Walaupun kemungkinannya hanya enam persen, kalau sampai itu terjadi banjirnya bisa sangat dahsyat," ujarnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Farhan meminta BPBD terus memperbarui peta risiko bencana, memastikan kesiapan personel beserta peralatan pendukung, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh perangkat daerah terkait agar penanganan kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Selain fokus pada mitigasi cuaca ekstrem, Farhan juga menilai penguatan budaya sadar bencana di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko saat bencana terjadi. Menurutnya, kesiapsiagaan warga menjadi salah satu faktor yang menentukan efektivitas penanganan di lapangan.

Karena itu, ia menginstruksikan BPBD untuk memperluas pelaksanaan pelatihan tanggap darurat di seluruh kecamatan. Program tersebut ditujukan guna meningkatkan kemampuan aparatur kewilayahan, relawan, serta masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi darurat.

Baca juga: Bertahan Sejak 1962, Toko Buku Dahlan Tetap Eksis di Tengah Tren Belanja Online

"Berikutnya adalah melakukan pelatihan-pelatihan emergency di setiap kecamatan. Itu penting sekali," tegasnya.

Farhan berharap berbagai langkah mitigasi yang dilakukan sejak dini mampu memperkuat ketahanan Kota Bandung dalam menghadapi ancaman bencana, termasuk yang dipicu oleh perubahan kondisi cuaca.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada meskipun saat ini memasuki musim kemarau serta selalu mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan cuaca dan potensi kebencanaan.

Menurut Farhan, upaya mengurangi risiko bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Wali Kota Bandung Minta BPBD Siaga Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem saat Musim Kemarau

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!